Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Taliban akan Melakukan Gencatan Senjata Selama Libur Lebaran

Senin 10 May 2021 06:53 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya

Pasukan Taliban masa kini. Kelompok Taliban mendeklarasikan gencatan senjata selama tiga hari di Afghanistan pada Senin (10/5/2021).

Pasukan Taliban masa kini. Kelompok Taliban mendeklarasikan gencatan senjata selama tiga hari di Afghanistan pada Senin (10/5/2021).

Foto: google.com
Deklarasi gencatan senjata diumumkan dua hari setelah pemboman di dekat sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Kelompok Taliban mendeklarasikan gencatan senjata selama tiga hari di Afghanistan pada Senin (10/5). Gencatan senjata dilakukan selama libur Idul Fitri. 

"Agar para mujahidin kembali memberikan suasana damai dan aman kepada rekan-rekan kita selama Idul Fitri, sehingga mereka dapat merayakan kesempatan yang menggembirakan ini, semua mujahidin diperintahkan untuk menghentikan semua operasi ofensif," ujar juru bicara Taliban Mohammad Naeem.

Baca Juga

Deklarasi gencatan senjata diumumkan dua hari setelah pemboman di luar sebuah sekolah di bagian barat ibukota Afghanistan, Kabul. Pemboman itu menewaskan sedikitnya 68 orang yang sebagian besar adalah pelajar. Ledakan juga melukai lebih dari 165 lainnya. 

Hingga saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun pemerintah Afghanistan menduga, kelompok Taliban berada di balik serangan bom di sekolah itu.

Naeem mengatakan, Taliban telah diperintahkan untuk menghentikan semua operasi militer terhadap pemerintah Afghanistan. Tetapi menurut Naeem, mereka siap untuk membalas jika diserang oleh pasukan pemerintah.

Juru bicara Ketua Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Afghanistan Abullah Abdullah, Faridoon Khwazoon mengatakan, pihaknya menyambut baik pengumuman gencatan senjata Taliban. Sementara juru bicara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani belum memberikan komentar terkait gencatan senjata itu.

Kabul dalam siaga tinggi sejak Washington mengumumkan rencana untuk menarik semua pasukan AS pada 11 September. Para pejabat Afghanistan mengatakan, Taliban meningkatkan serangan di seluruh negeri setelah Washington mengumumkan penarikan pasukan tersebut. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA