Balai Konservasi Borobudur Lepas Terpal Penutup Candi Mendut

Red: Ratna Puspita

Petugas BPCB Jawa Tengah menutup bagian utama Candi Ngawen dengan plastik UV di Muntilan, Jawa Tengah, Kamis (4/2). Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah menutup permukaan Candi Ngawen dengan plastik untuk mengantisipasi abu vulkanik dari Erupsi Gunung Merapi. Penutupan permukaan Candi ini setelah Candi Borobudur dan Candi Mendut.
Petugas BPCB Jawa Tengah menutup bagian utama Candi Ngawen dengan plastik UV di Muntilan, Jawa Tengah, Kamis (4/2). Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah menutup permukaan Candi Ngawen dengan plastik untuk mengantisipasi abu vulkanik dari Erupsi Gunung Merapi. Penutupan permukaan Candi ini setelah Candi Borobudur dan Candi Mendut. | Foto: Wihdan Hidayat / Republika

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Balai Konservasi Borobudur (BKB) melepas terpal (terpaulin) yang menutupi Candi Mendut di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sebab, ada perubahan arah ancaman erupsi dari Gunung Merapi.

"Candi Mendut ditutup terpal sejak November 2020 untuk mengantisipasi letusan Gunung Merapi. Setelah dievaluasi dan konsultasi dengan BPPTKG diputuskan penutup Candi Mendut dibuka," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKB Khanifudin Malik di Magelang, Jumat (16/4).

Pelepasan dan pembukaan kembali terpal ini dilakukan staf BKB bersama dengan masyarakat sekitar Candi Mendut. Salah satu alasan dibukanya penutup terpal ini setelah mendapatkan informasi serta data-data dari Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Sebagaimana informasi dari BPPTKG kondisi dan status Gunung Merapi saat ini, siaga (level III). Kemudian hujan abu dominan di sektor timur Gunung Merapi maksimal sejauh 8 kilometer dari puncak.

Baca Juga

Selain itu, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas mengancam sektor selatan-barat daya Gunung Merapi maksimal 5 kilometer serta sektor tenggara sejauh 3 kilometer. Berdasarkan informasi tersebut untuk sementara ini kondisi Candi Mendut aman dari erupsi Gunung Merapi.Selain data dari BPPTKG, katanya, juga ada permohonan dari masyarakat sekitar terutama paguyuban pedagang Candi Mendut. Penutupan itu sangat berdampak pada pendapatan pedagang. "Kami bersimpati diberikan dukungan masyarakat sekitar terutama paguyuban pedagang di Candi Mendut karena dengan penutupan Candi Mendut ini berdampak ekonomi yang sangat besar. Ketika pandemi pengunjung turun, tetapi lebih drastis lagi setelah ditutup dengan terpal," katanya.

Karudi, seorang pedagang, mengaku senang dengan dibukanya penutup candi sehingga bisa mendapatkan rezeki dengan berjualan di kawasan Candi mendut ini. Ia berharap dengan dibukanya kembali penutup candi ini pengunjung berdatangan lagi di Candi Mendut, karena jika untuk berfoto akan kelihatan lebih bagus kalau tidak ada penutupnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Gandeng JPEN, PGN Siap Pasok Gas Bumi di Jawa Tengah

Balai Konservasi Borobudur Lepas Terpaulin Candi Mendut

Pekalongan Evaluasi Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Pandemi tak Pengaruhi Peluang Ekspor Rajungan di Jateng

Jateng Sediakan Vaksinasi Covid-19 Malam Hari Saat Ramadhan

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark