Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Kasus Covid-19 di Tanjungpinang Naik Dipicu Klaster TKI

Sabtu 17 Apr 2021 05:05 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi virus corona.

Ilustrasi virus corona.

Foto: Pixabay
Terdapat 28 orang positif dari klaster TKI dideportasi dari Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri TS Arif Fadillah mengatakan lonjakan kasus Covid-19 di ibu kota Tanjungpinang dipicu lima klaster. Mulai dari klaster TKI hingga gelanggang permainan."Jumlah pasien Covid-19 di Kota Tanjungpinang meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir," kata Arif Fadillah, Jumat (16/4).

Arif Fadillah menjelaskan lima klaster pemicu lonjakan kasus Covid-19 di daerah itu, antara lain klaster TKI dideportasi dari Malaysia melalui Tanjungpinang. Terdapat 23 orang positif Covid-19. Padahal, kata dia, sesuai SOP di Johor Malaysia TKI yang keluar harus negatif Covid-19 dari hasil tes PCR.

Baca Juga

"Kita juga tidak tahu bagaimana mereka bisa keluar, setelah dicek positif pula. Itu menjadi catatan," ujar Arif.

Kemudian, klaster perbankan, klaster keberangkatan, dan klaster dari hasil pelacakan kontak dengan pasien positif Covid-19."Pada tiga klaster ini, pasien positif juga cukup banyak," jelasnya.

Selanjutnya, klaster gelanggang permainan di Tanjungpinang juga jadi salah satu pemicu meningkatnya kasus Covid-19."Pemkot Tanjungpinang perlu mengevaluasi keberadaan gelanggang permainan ini," sebut Arif.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi Kepri per 16 April 2021, jumlah total konfirmasi kasus mencapai 9.912 orang atau bertambah 66 orang.Penambahan kasus itu tersebar di empat kabupaten/kota, yakni Tanjungpinang 30 orang, Batam 20 orang, Bintan 8 orang, dan Natuna 8 orang. Adapun total jumlah kasus aktif terkini sebanyak 650 orang, sembuh 9.021 orang, dan meninggal 241 orang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA