Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Palestina Kecam Bungkamnya Dunia atas Kejahatan Israel

Rabu 14 Apr 2021 12:48 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Bendera Israel-Palestina

Bendera Israel-Palestina

Kebungkaman tersebut mendorong Israel melanjutkan kejahatan terhadap warga Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Otoritas Palestina mengecam bungkamnya masyarakat internasional terhadap kejahatan Israel di wilayah pendudukan. PA menekankan kebungkaman tersebut mendorong Israel melanjutkan kejahatan terhadap warga Palestina.

"Agresi pemukim Yahudi Israel dan tentara pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina dan tanah mereka terus berlanjut dihadapan masyarakat internasional," kata Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina dalam pernyataannya seperti dikutip Middle East Monitor, Rabu (14/4).

Baca Juga

Pemukim ilegal yang melakukan pelanggaran dilindung tentara pendudukan Israel. Tentara berpihak dan melihat pemukim Yahudi Israel menyerang rakyat Palestina dan properti mereka. Hanya bergerak bila rakyat Palestina bergerak membela diri dan pemukim Israel diserang.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan pemukim ilegal dan tentara Israel melakukan serangan gabung terhadap rakyat Palestina. Salah satu contohnya serangan terhadap rumah Sameer Al-Saleebi dan rumah keluarganya di Beit Amer. Keluarga itu terpaksa meninggalkan lahan pertanian mereka setelah gedung-gedung dan rumah kaca mereka rusak.

Kementerian mengkonfirmasi serangan semacam itu terjadi setiap hari di seluruh penjuru Tepi Barat dan Yerusalem. Mereka mengecam agresi Israel yang bertujuan untuk mengurangi kehadiran rakyat Palestina di daerah yang disebut Wilayah C di daerah penduduk Tepi Barat.

Tujuannya untuk memperluas ekspansi pemukiman Yahudi Israel di daerah tersebut. Berdasarkan undang-undang internasional semua pemukiman Israel daerah pendudukan ilegal. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA