PBNU Ajak Umat Islam Jadikan Ramadhan Momen Sucikan Diri

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

 Senin 12 Apr 2021 23:07 WIB

PBNU meningatkan umat pentingnya bulan Ramadhan. (ilustrasi) logo nahdlatul ulama Foto: tangkapan layar wikipedia PBNU meningatkan umat pentingnya bulan Ramadhan. (ilustrasi) logo nahdlatul ulama

PBNU meningatkan umat pentingnya bulan Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besasr Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada warga Nahdlatul Ulama dan umat Islam pada umumnya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1442 Hijriyah dengan penuh keimanan dan keyakinan. 

Jadikan Ramadhan sebagai momentum kerohanian untuk mensucikan diri dengan meningkatkan ketakwaan. Perbanyak membaca Alquran, dzikir, beribadah dengan penuh kekhusyukan dan berbagai aktivitas sosial yang bermanfaat.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam surat edaran ikhbar (maklumt) hasil rukyatul hilal bil fi'li awal Ramadhan 1442 Hijriyah PBNU yang ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Pejabat Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dan Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Senin (12/4).   

Baca Juga

Dalam edaran tersebut, dijelaskan selama pandemi Covid-19 ini umat Islam agar mematuhi imbauan PBNU dan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah pusat serta pemerintah daerah masing-masing. Semoga ibadah puasa semuanya diterima Allah SWT. 

PBNU menginformasikan hasil rukyatul hilal bil fi'li awal Ramadhan 1442 Hijriyah bertepatan  Selasa, 13 April 2021. Dalam rangka penentuan awal Ramadhan 1442 Hijriyah, Tim Rukyatul Hilal PBNU atau Lembaga Falakiyah PBNU pada Senin (12/4) atau 29 Syaban 1442 Hijriyah telah melakukan rukyatul hilal fi'li di beberapa lokasi rukyat. 

Di lokasi rukyat yang telah ditentukan, Tim Rukyatul Hilal PBNU berhasil melihat hilal. "Atas dasar rukyatul hilal tersebut dan sesuai dengan pendapat Al-Madzahibul Arba'ah, maka dengan ini PBNU memberitahukan bahwa awal Ramadhan 1442 Hijriyah jatuh pada Selasa tanggal 13 April 2021," bunyi surat edaran itu.    

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Play Podcast X