Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Partai Arab Islam Penentu Pemerintahan Baru Israel?

Senin 12 Apr 2021 22:08 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Partai Arab Islam Ra'am memegang 4 kursi di Knesset Israel . Ilustrasi bendera Israel dikibarkan.

Partai Arab Islam Ra'am memegang 4 kursi di Knesset Israel . Ilustrasi bendera Israel dikibarkan.

Foto: Reuters
Partai Arab Islam Ra'am memegang 4 kursi di Knesset Israel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemillu Israel yang digelar keempat kalinya dalam dua tahun ini, dan belum berhasil memecah kebuntuan politik. Saat ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang menggali lebih dalam tentang trik politiknya.

Untuk mendulang suara mayoritas, Netanyahu membutuhkan dukungan dari pemimpin Partai Yamina, Naftali Bennett yang telah temuinya. Namun, bahkan dengan tujuh kursi Yamina, Netanyahu masih membutuhkan dua kursi lagi untuk bisa membentuk pemerintahan baru.

Baca Juga

Karena itu, beberapa orang di blok agama sayap kanan Netanyahu telah menghibur pemerintah yang didukung  partai Arab Islam Ra'am, yang telah berhasil mengamankan empat kursi di parleman Israel Knesset. Sekutu Netanyahu di partai sayap kanan Zionisme Keagamaan menolaknya, tetapi hal itu patut dipertimbangkan.

Apalagi, sekutu ultra-Ortodoks dari perdana menteri yang sedang menjabat telah mengatakan kepada Netanyahu bahwa mereka tidak akan ikut dengannya dalam pemilihan kelima jika dia gagal untuk membentuk koalisi dengan dukungan dari Ra’am. Partai Arab Islam ini menjadi penentu untuk membentuk pemerintahan baru Israel.

Berdasarkan Jajak pendapat luar biasa yang diterbitkan pada 4 April lalu bahwa 48 persen orang Israel sekarang ingin membentuk pemerintahan dengan dukungan dari partai-partai Arab. 

Hal ini menunjukkan perasaan publik telah lebih dari dua kali lipat terhadap gagasan tersebut dibandingkan dengan 14 bulan yang lalu, ketika hanya 23 persen dari pemilih Yahudi yang mendukung gagasan tersebut.

Saat ini, Partai Islamis Ra'am sedang didekati kedua belah pihak. Menjelang pemilu baru-baru ini, Ra'am memisahkan diri dari Partai Joint List, sebuah aliansi partai-partai sayap kiri yang didominasi Arab yang telah lama mewakili komunitas Arab di Parlemen Israel, Knesset.

Sumber: eurasiareview 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA