Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

KKP: Garam Rakyat Terjual 200 Ton dalam Sebulan

Selasa 16 Mar 2021 01:40 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nidia Zuraya

Petani memanen garam. ilustrasi

Petani memanen garam. ilustrasi

Foto: Antara/Saiful Bahri
Garam rakyat ini dijual dengan Rp 1.500 per kilogram.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tb Haeru Rahayu mengatakan garam produksi hasil pengolahan washing plant atau pencucian garam bantuan KKP di Desa Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sudah laku terjual.

Haeru mengatakan hal ini sejalan dengan instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk meningkatkan kesejahteraan petambak garam dan meningkatkan Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar).

Baca Juga

Haeru mengatakan Koperasi Garam Inti Rakyat Desa Krangkeng yang dipimpin Haji Maming telah menerima pesanan garam sejumlah 200 ton untuk jangka waktu 1 bulan pada 25 Februari 2021. Kata Haeru, harga garam yang disepakati dengan PT Niaga Garam Cemerlang ialah Rp 1.500 per kilogram untuk dipasarkan sebagai garam halus beryodium.

"Washing plant di Desa Krangkeng ini merupakan salah satu washing plant yang dibangun KKP melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional 2020. Pada tahun tersebut, KKP membangun 7 Washing Plant," ujar Haeru dalam siaran pers di Jakarta, Senin (15/3).

Haeru mengungkapkan pengelola washing plant dari Koperasi Produsen Garam Inti Rakyat telah mampu menjadikan garam kualitas K2 menjadi kualitas garam beriodium dengan standar SNI 3556:2016 dengan kadar NaCl minimum 94 persen dengan tambahan iodium minimum 30 ppm.

Haeru mengatakan garam konsumsi beriodium merupakan revisi SNI 3356:2010 garam konsumsi beriodium dan SNI 4435:2017 garam bahan baku untuk garam konsumsi beryodium merupakan revisi SNI 01-4435-2000 garam bahan baku untuk industri garam beriodium.

Haeru menyampaikan, dengan adanya pesanan garam dari washing plant ini menunjukkan arahan presiden pada rapat kabinet terbatas pada 5 Oktober lalu sudah mulai terwujud. Kualitas garam dapat ditingkatkan dan akan berdampak pada meningkatnya pendapatan petambak garam rakyat.

"Dalam pengembangan garam rakyat, KKP berharap bisa berkolaborasi dengan K/L lain untuk menyiapkan Sentra Ekonomi Garam Rakyat (SEGAR). SEGAR merupakan upaya integrasi hulu hilir dari proses pra produksi, produksi, pasca produksi, pengolahan hingga pemasaran garam," ungkap Haeru.

Selain mengupayakan di sektor hulu, lanjut Haeru, KKP juga mengupayakan di sektor hilir melalui inisiasi pembangunan Sentra Ekonomi Garam Rakyat (Segar), dimulai dengan menyusun Rancangan Perpres tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional bersama dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Sekretariat Kabinet, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA