Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Alasan Dianjurkan Sabar dan Sholat Saat Hadapi Musibah

Rabu 10 Feb 2021 09:59 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

Sabar dan sholat adalah jurus jitu menghadapi musibah di dunia. Ilustrasi sujud dalam sholat

Sabar dan sholat adalah jurus jitu menghadapi musibah di dunia. Ilustrasi sujud dalam sholat

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Sabar dan sholat adalah jurus jitu menghadapi musibah di dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Allah SWT menurunkan musibah kepada manusia dengan beragam maksud. Dan ketika musibah dilimpahkan kepada seorang hamba, sudah seyogianya sholat dan doa dengan diiringi kesabaran menjadi perisainya. Bukan bersedih berkelanjutan.

Syekh Aidh Al-Qarni dalam kitabnya berjudul La Tahzan menjelaskan, ketika seorang hamba diliputi rasa takut, kecemasan, dan musibah, maka sudah sepatunya bagi dia melaksanakan sholat dan kembali mengingat Allah SWT. 

Baca Juga

Ini karena hanya Allah yang dapat memberikan pertolongan dari segala penjuru. Allah SWT berfirman dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 45: 

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ “Wasta’inu bisshabri washolati, wa innaha lakabiratun illa alal-khaasyi’in.” Yang artinya: “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” 

Syekh Aidh Al-Qarni menjelaskan, salah satu nikmat yang paling besar jika manusia mau berpikir adalah bahwa sholat-sholat yang diperintahkan Allah sejatinya adalah proses pengangkatan derajat seorang hamba. Bahkan sholat lima waktu dapat menjadi obat mujarab untuk mengobati berbagai kekalutan.

Sholat mampu meniupkan ketulusan iman dan kejernihannya ke dalam relung hati. Sehingga hati manusia pun selalu ridha dengan apa saja yang ditentukan Allah. Lain halnya dengan orang yang senang menjauhi masjid dan meninggalkan sholat. Mereka akan berpindah dari satu kesusahan kepada kesusahan lain dengan guncangan kejiwaan yang berasal dari kesengsaraan.

Tak hanya itu, Syekh Aidh menjelaskan, jika seseorang yang ditimpa musibah tidak melakukan sabar, berdoa, dan mendirikan sholat, maka air mata kesedihannya dalam menerima musibah pada akhirnya akan membakar kelopak matanya sendiri. Air mata itulah yang akan menghancurkan urat-urat syarafnya sehingga tidak memiliki ketenangan hati dalam menghadapi musibah.   

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA