Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Jumlah Tenaga Kesehatan di Jabar yang Vaksinasi 25 Persen

Senin 25 Jan 2021 22:33 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Ratna Puspita

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Foto: Edi Yusuf/Republika
Minimnya tenaga kesehatan (nakes) yang ikut vaksinasi karena berbagai dinamika.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemberian vaksin Covid 19 kepada tenaga kesehatan di Jawa Barat masih kurang memuaskan. Pada vaksinasi tahap I, hanya 25 persen jumlah tenaga kesehatan yang terdata berhasil mendapat suntikan vaksin tersebut.

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, minimnya tenaga kesehatan (nakes) yang ikut vaksinasi karena berbagai dinamika. Ada tenaga kesehatan yang memang tidak bisa datang, ada juga yang tidak layak tekanan darahnya tinggi ketika akan dilakukan vaksinasi.

"Ini juga sempat dibahas oleh Pak Menteri Kesehatan (Budi Sadikin)," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil dalam konferensi pers, Senin (25/1).

Baca Juga

Berdasarkan data terakhir, sudah 4.070 tenaga kesehatan (nakes) yang mengikutinya. Total tersebut didapat dari pelaksanaan vaksinasi selama tiga hari di tujuh kabupaten/kota pada 14 hingga 16 Januari 2021.

Rincian tujuh daerah dan jumlah nakes yang sudah divaksin tersebut yaitu Kota Bandung (1.783 nakes), Kabupaten Bandung (42 nakes), Kota Bekasi (694 nakes), Kota Bogor (568 nakes), Kab. Bandung Barat (442 nakes), Kota Cimahi (420 nakes), dan Kota Depok (121 nakes). 

Selain itu, terdapat 69 pejabat publik, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat, dari tujuh daerah itu yang sudah divaksin pada pencanangan vaksinasi Covid-19 perdana di hari Kamis, 14 Januari 2021. Di antaranya Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum dan musisi asal Kota Bandung, Ariel NOAH. 

Untuk tahap kedua, menurut Emil, rencananya akan dilakukan di 27 kabupaten/kota. Tidak seperti tahap pertama di mana hanya tujuh daerah, sekarang dosis vaksin sudah dikirim ke seluruh daerah.

"Sekarang alokasi vaksin sudah diterima, dan sekarang total semuanya (daerah di Jabar) vaksinasi," katanya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jawa Barat di Jawa Barat terdapat 152.827 tenaga kesehatan (nakes) yang membutuhkan vaksinasi COVID-19. Kebutuhan paling banyak ada di Bandung dengan 20.533 nakes. Disusul Kota Depok dengan12.229 nakes.

Dengan jumlah dosis vaksin tahap pertama hanya 38 ribu. Artinya, penyuntikan kepada nakes pun akan dilakukan bertahap.

Berikut data jumlah nakes di 27 kabupaten/kota se-Jabar:

1. Kota Cimahi: 3058

2. Kota Banjar: 1.223

3. Bogor: 10.185

4. Sukabumi: 4.663

5. Cianjur: 5.351

6. Bandung: 6.248

7. Garut: 6.563

8. Tasikmalaya: 1.685

9. Ciamis: 3.842

10. Kuningan: 3.363

11. Cirebon: 6.823

12. Majalengka: 4.306

13. Sumedang: 2.654

14. Indramayu: 4.584

15. Subang: 3.932

16. Purwakarta: 3.294

17. Karawang: 9.240

18. Bekasi: 10.463

19. Kota Bogor: 7.243

20. Kota Sukabumi: 4.039

21. Kota Bandung: 20.533

22. Kota Cirebon: 5.439

23. Kota Bekasi: 11.983

24. Kota Depok: 12.269

25. Kota Tasikmalaya: 2.953

26. Bandung Barat: 3.506

27. Pangandaran: 1.701

Sebelumnya, Ketua Harian Satgas Covid-19 Jawa Barat Daud Ahmad mengatakan, vaksin tahap pertama tersebut rencananya akan diterima Dinas Kesehatan Jawa Barat. Daud menuturkan, dari informasi yang didapat untuk tahap II pemberian vaksin, Pemprov Jabar diperkirakan akan mendapat 58.680 dosis. 

Namun untuk tanggap pengirimannya masih coba dikonfirmasi. Daud mengatakan, alur pengiriman tersebut akan diterima oleh Dinkes provinsi kemudian disalurkan kembali ke Dinkes kabupaten/kota yang selanjutnya akan diberikan pada sejumlah fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. 

“Kita di Satgas kan ada divisi logistik, kami siapkan gudang penyimpanan dan membantu Dinkes persiapan distribusi ke kabupaten/kota,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA