Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Polda Jabar Siapkan 7.000 Personel Amankan Pilkada Serentak

Senin 30 Nov 2020 23:07 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Andi Nur Aminah

Kapolda Jabar Ahmad Dofiri

Kapolda Jabar Ahmad Dofiri

Foto: Republika/Neni Ridarineni
Di masa pandemi, protokol kesehatan dalam proses pemilihan harus diperhatikan.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Polda Jabar telah menyiapkan 7.000 personelnya untuk mengamankan Pilkada Serentak 2020 di tujuh kabupaten/kota. Di masa pandemi, protokol kesehatan dalam proses pemilihan harus diperhatikan.

Hal itu disampaikan Kapolda Jabar, Irjen Pol Ahmad Dofiri, saat melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan pasangancalon bupati dan wakil bupati Indramayu, di Kantor KPU Indramayu, Senin (30/11).

Dalam kesempatan itu, kapolda juga didampingi Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, Kajati Jabar, Abdul Muis Ali, Ketua KPU Provinsi Jabar, Rifqi Ali Mubarok dan Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah Dahlan. "Kita sudah menyiapkan pasukan 7.000 lebih yang disiapkan untuk mem-back up di seluruh wilayah (yang menggelar pilkada)kata Dofiri.

Baca Juga

"Di wilayah hukum Polda Jabar, ada tujuh daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2020. Yakni, Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya dan Pangandaran. Sedangkan Kota Depok, masuk wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Dofiri menambahkan, dalam menjalankan pengamanan, daerah yang melaksanakan pilkada juga akan dibantu oleh polres tetangga. Namun meski demikian, kekuatan pengamanan sesungguhnya ada di polres masing-masing. "Kita aparat keamanan mendukung pilkada yang aman, damai, lancar," tutur Dofiri.

Dofiri mengungkapkan, pihaknya pun sudah melakukan pemetaan terhadap tempat pemungutan suara (TPS). Ada tiga kategori TPS, yakni aman, rawan 1 dan rawan 2. Penetapan kategori itu selanjutnya akan menentukan jumlah personil yang disiagakan untuk menjaganya.

Dofiri pun mengimbau, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, protokol kesehatan (prokes) harus benar-benar dilaksanakan, termasuk saat pencoblosan. Dia pun meminta kepada warga untuk mentaati jadwal kedatangan ke TPS agar tidak terjadi kerumunan massa.

 
 

BERITA LAINNYA