Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Saturday, 10 Jumadil Akhir 1442 / 23 January 2021

Gunung Merapi Alami 43 Kali Gempa Guguran 

Ahad 29 Nov 2020 20:54 WIB

Red: Ratna Puspita

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Pada periode pengamatan itu juga tercatat 300 kali gempa hybrid atau fase banyak.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi mengalami 43 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Sabtu (28/11) mulai pukul 00.00-24.00 WIB. Selain gempa guguran, pada periode pengamatan itu juga tercatat 300 kali gempa hybrid atau fase banyak.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Ahad (29/11), mengatakan tercatat pula 45 kali gempa embusan, 27 kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa frekuensi rendah, serta lima kali gempa tektonik. Berdasarkan pengamatan visual, tampak asap berwarna putih keluar dari Gunung Merapi dengan intensitas tebal dengan ketinggian 600 meter di atas puncak.

Pada periode pengamatan itu, dilaporkan pula suara guguran empat kali dari Pos Pemantauan Gunung Merapi (PGM) Babadan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Laju deformasi Gunung Merapi dengan wilayah meliputi sejumlah daerah di DIY dan Jawa Tengah itu, diukur menggunakan electronic distance measurement (EDM) Babadan rata-rata 11 cm per hari.

Baca Juga

photo
Warga melihat Gunung Merapi saat cerah di Balerante, Klaten, Jawa Tengah. - (Wihdan Hidayat / Republika)
BPPTKG telah menaikkan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Aktivitas penambangan di alur sungai-sungai yang aliran airnya berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan. BPPTKG meminta pelaku wisata tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah juga diminta mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA