Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Jenderal Garda Revolusi Yakini Israel Menyusup ke Iran

Ahad 29 Nov 2020 15:26 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Bendera Iran

Bendera Iran

Foto: Tehran Times
Ilmuwan nuklir Iran diyakini dibunuh Israel

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Salah satu jenderal tinggi di Garda Revolusi Iran, Brigjen Esmail Kosari mengakui adanya operasi intelijen dan infiltrasi Israel ke negaranya. Hal itu dia sampaikan setelah ilmuwan nuklir terkemuka Iran Mohsen Fakhrizadeh dibunuh.

"Mengenai intelijen Israel dan infiltrasi operasional ke Iran, kita tidak dapat mengatakan bahwa hal seperti itu tidak ada," kata Kosari, dilaporkan laman Iran Front Page pada Ahad (29/11).

Dia mengungkapkan dalam beberapa tahun terakhir, pemimpin tertinggi Iran telah berkali-kali menekankan bahwa infiltrasi musuh harus dihentikan. "Banyak infiltrasi telah diblokir dan individu yang terlibat sudah ditangkap oleh badan keamanan," ujarnya.

Baca Juga

Kendati demikian, Kosari menyebut terdapat beberapa individu yang tidak bijaksana dan jatuh cinta pada uang milik musuh. Pada akhirnya, mereka memutuskan berkhianat dan menjadi agen asing.

Pada Jumat (27/11) lalu, Fakhrizadeh diserang kelompok "teroris bersenjata" di timur Teheran. Baku tembak sempat terjadi antara pengawalnya dan kelompok penyerang. Namun, Fakhrizadeh tetap tertembak.

Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. Kementerian Pertahanan kemudian merilis informasi yang mengonfirmasi kematian Fakhrizadeh. Dalam keterangannya, mereka menyebut Fakhrizadeh sebagai kepala organisasi riset dan inovasi di kementerian pertahanan.

Pejabat politik dan militer Iran menuding Israel sebagai dalang di balik serangan dan pembunuhan terhadap Fakhrizadeh. "Sekali lagi, tangan-tangan jahat arogansi global dan para pembunuh bayaran Zionis (Israel) telah ternoda oleh darah seorang putra Iran," kata Presiden Iran Hassan Rouhani.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah akan membalas aksi pembunuhan tersebut. Ia pun menegaskan bahwa negaranya akan tetap melanjutkan pekerjaan Fakhrizadeh. Meski informasi terkait dirinya tak banyak diketahui, tapi banyak laporan yang menyebut bahwa Fakhrizadeh merupakan tokoh utama di balik pengembangan nuklir Iran.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA