Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Markas Napoli akan Bernama San Paolo-Diego Armando Maradona

Kamis 26 Nov 2020 02:49 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Andri Saubani

Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona saat menyaksikan pertandingan Piala Dunia antara Nigeria dan Argentina.

Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona saat menyaksikan pertandingan Piala Dunia antara Nigeria dan Argentina.

Foto: EPA-EFE/Etienne Laurent
Revisi nama stadion San Paolo sebagai bentuk penghormatan untuk Maradona.

REPUBLIKA.CO.ID, NAPLES -- Presiden klub Napoli, Aurelio de Laurentiis berencana mengubah nama stadion San Paolo dengan penambahan titel Maradona. Hal tersebut akan dilakukan sebagai bentuk penghormatan sang mendiang terhadap Il Partinopei.

"Kami ingin mengubah nama stadion menjadi San Paolo-Diego Armando Maradona," kata De Laurentiis seperti dikutip oleh jurnalis Sky Sports, Fabrizio Romano.

Maradona berseragam Napoli selama tujuh tahun pada 1984-1991. Ia menjadi pemecah rekor transfer termahal saat itu. Bersama klub asa Naples, Italia tersebut, Maradona mengemas 81 gol dari 188 pertandingan.

Angka tersebut menjadikannya sebagai salah satu legenda Napoli. Warga setempat bahkan mengabadikan sosok Maradona dalam bentuk mural di tembok-tembok kota Naples.

Maradona dinyatakan meninggal dunia pada usia 60 tahun, Rabu (24/11) waktu setempat karena serangan jantung. Ia sudah bolak-balik rumah sakit tahun ini untuk menjalani serangkaian perawatan.

Pada awal bulan ini, Maradona telah menjalani operasi otak, demikian disampaikan seorang kerabat kepada AFP. Pelatih klub Gimnasia itu telah dirawat di rumah sakit sejak awal November, beberapa hari setelah merayakan ulang tahunnya. Ia dilarikan ke rumah sakit karena mengeluh mudah lelah.

Tes-tes yang dilakukan di Klinik La Plata mengungkapkan terdapat gumpalan darah pada otak Maradona, yang kemudian membuat ia harus menjalani operasi. Maradona kemudian keluar dari rumah sakit untuk menjalani perawatan di rumah, yang dilakukannya di wilayah dekat Tigre, bagian utara Buenos Aires.

Namun, pada Rabu (25/11) pagi waktu setempat ia menderita serangan jantung, dan paramedis yang segera dilarikan ke rumahnya tidak mampu mencegah sang legenda berpulang meski telah memberikan tindakan maksimal.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA