Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Azerbaijan Beri Tenggat Waktu Warga Armenia untuk Pergi

Selasa 24 Nov 2020 07:46 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Teguh Firmansyah

 Pengungsi dari Nagorno-Karabakh sebelum keberangkatan bus menuju Stepanakert, kota utama Republik Nagorno-Karabakh (juga dikenal sebagai Artsakh), di terminal bus selatan di Yerevan, Armenia, 18 November 2020. Pada 09 November 2020 Presiden Azerbaijan Aliyev, Perdana Menteri Armenia Pashinyan, dan Presiden Rusia Putin menandatangani pernyataan yang mengumumkan gencatan senjata lengkap dan semua operasi militer di zona konflik Nagorno-Karabakh tempat bentrokan meletus pada 27 September 2020 antara Azerbaijan dan Armenia atas wilayah Nagorno-Karabakh di sepanjang perbatasan. jalur kontak dari Republik Nagorno-Karabakh yang memproklamirkan diri.

Pengungsi dari Nagorno-Karabakh sebelum keberangkatan bus menuju Stepanakert, kota utama Republik Nagorno-Karabakh (juga dikenal sebagai Artsakh), di terminal bus selatan di Yerevan, Armenia, 18 November 2020. Pada 09 November 2020 Presiden Azerbaijan Aliyev, Perdana Menteri Armenia Pashinyan, dan Presiden Rusia Putin menandatangani pernyataan yang mengumumkan gencatan senjata lengkap dan semua operasi militer di zona konflik Nagorno-Karabakh tempat bentrokan meletus pada 27 September 2020 antara Azerbaijan dan Armenia atas wilayah Nagorno-Karabakh di sepanjang perbatasan. jalur kontak dari Republik Nagorno-Karabakh yang memproklamirkan diri.

Foto: EPA-EFE/MELIK BAGHDASARYAN /PHOTOLURE
Sebagian warga Armenia meninggalkan wilayah yang diduduki dengan membakar rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, BAKU -- Pasukan Azerbaijan memberi waktu tambahan bagi warga sipil Armenia yang belum bisa meninggalkan wilayah Azerbaijan di Nagorno Karabakh. Hal itu dilakukan, menyusul kesepakatan yang dicapai antara Armenia dan Azerbaijan. Kesepakatan ini menjadi pukulan telak buat Armenia yang harus meninggalkan Nagorno Karabakh.

Seperti dilansir, Anadolu Agency Selasa (24/11), sebagian warga Armenia meninggalkan wilayah itu dengan membakar rumah dan bangunan umum. Hal tersebut, nyatanya diizinkan oleh tentara Azerbaijan, seraya memberi waktu ekstra hingga 1 Desember untuk meninggalkan wilayah itu.

Dalam visual yang beredar di media sosial, beberapa warga sipil Armenia terlihat mengibarkan bendera putih di depan tentara Azerbaijan untuk meminta lebih banyak waktu. Berdasarkan pantauan, pasukan Azerbaijan juga terlihat menunggu di depan rumah dan membiarkan orang Armenia membawa barang-barangnya ke dalam truk.

Hubungan antara bekas republik Soviet, Azerbaijan dan Armenia telah tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh. Setelah 30 tahun berlalu, bentrokan baru meletus pada 27 September kemarin. Dalam konflik terakhir, pasukan Azerbaijan memukul telak tentara Armenia.

Atas dasar itu, pada 10 November, kedua negara menandatangani perjanjian yang ditengahi Rusia untuk mengakhiri pertempuran, dan mulai berkomitmen menuju resolusi yang komprehensif.

Selain meninggalkan wilayah yang masih terisi, Armenia juga diharuskan meninggalkan Kalbajar pada 15 November lalu, namun tidak dapat melakukannya dan meminta waktu tambahan hingga 25 November. Sejauh ini, Baku diketahui membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman serta desa dari pendudukan Armenia.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA