Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Pelatih Bosnia Kesulitan Banyaknya Kasus Covid-19

Rabu 18 Nov 2020 10:21 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Penyerang Bosnia-Herzegovina Edin Dzeko.

Penyerang Bosnia-Herzegovina Edin Dzeko.

Foto: EPA-EFE/CLAUDIO GIOVANNINI
Bajevic tidak bisa memainkan striker AS Roma Edin Dzeko.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Bosnia-Herzegovina Dusan Bajevic mengakui timnya hancur dan bisa kehilangan lebih banyak pemain karena kasus Covid-19. Bosnia akan menjamu Italia pada laga pamungkas Grup A1 UEFA Nations League, Kamis (19/11) dini hari WIB. Di sisi lain, Bosnia sudah terdegradasi ke Liga B setelah hanya meraih dua poin.

"Kami memiliki 21 pemain, dua penjaga gawang dan tiga yang positif Covid-19, jadi kita lihat apa saja hasil tes pagi ini," kata Bajevic, dikutip dari Football Italia, Rabu (18/11).

Walau Bajevic tak menyebutkan nama, tapi striker AS Roma, Edin Dzeko, dilaporkan terkena Covid-19. Dalam kondisi sulit ini, timnya malah harus bersua Italia yang dinilai selalu bermain untuk menang. Italia, kata Jaevic, tidak terkalahkan dalam lebih dari 20 laga. 

Baca Juga

"Dengan sikap mereka, tekanan mereka, bahkan cara mereka menyanyikan lagu kebangsaan, Anda bisa merasakan keinginan mereka untuk menang. Ambisi kami adalah apa adanya, apa yang mereka bisa. Meski Italia juga kehilangan banyak pemain, level mereka masih berbeda," kata dia menerangkan.

Sepak bola Bosnia telah melewati masa-masa kelam belakangan ini, dengan perubahan kepelatihan, hasil yang buruk dan kontroversi di balik layar. Mereka juga gagal lolos ke play-off Euro 2020 setelah kalah dari Irlandia Utara melalui adu penalti.

"Kami tentu kecewa, karena situasinya kurang bagus. Kami belum memenangkan satu pertandingan pun pada tahun 2020, berada dalam satu grup dengan beberapa tim terbaik di dunia dan berada di peringkat ke-52 FIFA. Ini situasinya," kata dia.

Ia mengaku menyukai Bosnia-Herzegovina terlepas dari menang kalah. Menurut dia, kekecewaan terbesar adalah kalah ketika melawan Irlandia Utara. Sebab, ia percaya benar-benar harus memenangkannya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA