Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Sejarah Pemakaman Khawajat Jeddah yang Jadi Sasaran Bom

Kamis 12 Nov 2020 18:45 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

Sejarah Pemakaman Khawajat Jeddah yang Jadi Sasaran Bom. Sebuah gambar menunjukkan bagian luar pemakaman non-Muslim di kota Jeddah Saudi di mana sebuah bom menghantam peringatan Perang Dunia I yang dihadiri oleh para diplomat Eropa pada 11 November 2020. Ledakan menyebabkan beberapa orang terluka di tengah kemarahan Muslim atas kartun Prancis.

Sejarah Pemakaman Khawajat Jeddah yang Jadi Sasaran Bom. Sebuah gambar menunjukkan bagian luar pemakaman non-Muslim di kota Jeddah Saudi di mana sebuah bom menghantam peringatan Perang Dunia I yang dihadiri oleh para diplomat Eropa pada 11 November 2020. Ledakan menyebabkan beberapa orang terluka di tengah kemarahan Muslim atas kartun Prancis.

Foto: Al Arabiya
Pemakaman Khawajat merupakan pemakaman untuk perwakilan asing di Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Pemakaman non-Muslim atau Khawajat di Jeddah, Arab Saudi telah menyediakan tempat peristirahatan terakhir bagi banyak orang asing yang tinggal di kota pantai barat Kerajaan Saudi. Terletak di dekat pusat kota, kuburan Khawajat (warga asing) menjadi salah satu situs bersejarah dengan luas 1.000 meter persegi.

Pemakaman ini telah menjadi rahasia yang dijaga dengan baik di kota. Pemakaman dikelilingi tembok tinggi dan pohon-pohon besar yang memberikan keteduhan bagi sekitar 300 makam. Secara historis, perwakilan asing dan kerabat mereka yang tinggal di Kerajaan dimakamkan di sini karena sulitnya mengangkut jenazah ke negara asal.

Seorang sejarawan dan peneliti, Abdulrazzaq Abu Dawoud mengatakan pemakaman tersebut tidak memiliki papan nama dan hanya dapat diidentifikasi dari luar oleh pepohonan lebat yang mengelilingi dindingnya. Dia mengatakan ada cerita yang tidak dapat dipercaya tentang asal-usul pemakaman, yang menurut beberapa orang berusia hingga lima abad.

Baca Juga

“Beberapa orang mengklaim pemakaman itu didirikan selama upaya Portugis untuk merebut kota Jeddah, yang dipimpin oleh Vasco da Gama pada 1519. Ketika perwakilan diplomatik didirikan di wilayah Hijaz selama pemerintahan Khilafah Utsmaniyah negara-negara Barat meminta kuburan untuk warganya, jadi didirikan di selatan Jeddah, di luar tembok kuno kota,” katanya dilansir di Arab News, Kamis (12/11).

Talaat Ghaith, mantan wali kota distrik Ash Shati selama sekitar tiga dekade atau antara 1985 dan 2015, mengatakan pemakaman tersebut ditujukan untuk makam para pejabat di kedutaan asing. “Pemakaman itu disebut Pemakaman Kristen, dan dijalankan oleh kedutaan negara asing melalui konsulat mereka di Jeddah. Perawatan dan pengawasannya bergilir setiap tahun," katanya.

Ia menegaskan makam tersebut merupakan tempat pemakaman para mantan perwakilan negara asing. Dia belum pernah mendengar serangan apa pun sebelumnya terkait makam tersebut.

Dua orang terkonfirmasi terluka dalam insiden pengeboman di sebuah pemakaman di Jeddah, Arab Saudi, Rabu (11/11). Dua orang yang menjadi korban, yakni seorang pejabat Konsulat Yunani dan seorang petugas keamanan Arab Saudi yang mengalami luka ringan.

https://www.arabnews.com/node/1761916/saudi-arabia

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA