Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Erdogan Dituding Berkontribusi pada Ekstremisme Islam

Senin 02 Nov 2020 03:20 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Christiyaningsih

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Foto: Turkish Presidency via AP, Pool
Politikus Jerman tuding Erdogan berkontribusi pada kekerasan dan terorisme

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN - Pakar urusan luar negeri dari oposisi Partai Hijau Jerman Cem Ozdemir mengatakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan justru mempromosikan terorisme Islam di Eropa. Padahal, untuk menghentikan ekstremisme Islam diperlukan sejumlah tindakan.

"Presiden Turki Erdogan terus menerus menuangkan minyak ke atas api dan berkontribusi pada kekerasan dan terorisme," ujar Ozdemir kepada Deutschland dilansir Middle East Monitor akhir pekan lalu.

"Di Jerman, kami perlu menangani organisasi Islam secara berbeda. Organisasi ini harus didirikan sepenuhnya sesuai dengan konstitusi kami dan menjadi independen dari pemerintah asing," tambahnya.

Presiden Turki sebelumnya mengkritik Presiden Prancis Emmanuel Macron. Erdogan menilai Macron membela kebebasan berekspresi dan menerbitkan kartun yang menyinggung umat Islam setelah pembunuhan terhadap seorang guru sejarah.

Erdogan mempertanyakan kesehatan mental Macron atas sikapnya terhadap Islam dan Muslim. Ia pun meminta warga Turki untuk memboikot produk Prancis.

"Langkah-langkah harus diambil terhadap semua penghasut yang terus menyulut ekstremisme Islam untuk tujuan mereka sendiri yang dimotivasi oleh kepentingan murahan," ujar Ozdemir.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA