Selasa 27 Oct 2020 04:13 WIB

BPBD Kota Bogor Atasi Banjir di Griya Cimanggu Indah

Petugas sudah menyingkirkan material longsor yang menutup drainase dan gorong-gorong

Dua buah mobil terendam banjir di Perumahan Griya Cimanggu Indah, Kelurahan Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (26/10/2020). Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Bogor pada Sabtu (24/10/2020) tersebut menyebabkan 17 rumah di perumahan tersebut terendam banjir luapan sungai Ciliwung dengan ketinggian 50 sentimeter hingga satu meter akibat tanah longsor yang menutupi saluran air drainase.
Foto: ANTARA/ARIF FIRMANSYAH
Dua buah mobil terendam banjir di Perumahan Griya Cimanggu Indah, Kelurahan Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (26/10/2020). Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Bogor pada Sabtu (24/10/2020) tersebut menyebabkan 17 rumah di perumahan tersebut terendam banjir luapan sungai Ciliwung dengan ketinggian 50 sentimeter hingga satu meter akibat tanah longsor yang menutupi saluran air drainase.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor bersama tim gabungan mengatasi banjir di Perumahan Griya Cimanggu Indah. Petugas menyingkirkan material longsor yang menutup drainase dan gorong-gorong di kawasan tersebut.

Kepala BPBD Kota Bogor, Priyatna Syamsah, di Bogor, Senin (26/10) mengatakan air yang menggenangi rumah warga, sejak Ahad (25/10), sudah berhasil dialirkan melalui drainase di bawah Jalan Sholeh Iskandar. Sehingga air bisa mengalir dengan lancar menuju sungai.

Baca Juga

Saat ini, kata dia, penanganan pada tahap penyurutan air banjir dan diperkirakan selesai pada Selasa (27/10) dini hari. "Alhamdulillah sudah ada perkembangan dari hari sebelumnya. Tadi sudah ditemukan titik sumbatannya. Semoga proses penyurutan airnya berjalan lancar,” katanya.

Tim gabungan dari BPBD, Dinas PUPR, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, dan dibantu relewan, menggunakan dua ekskavator menyingkirkan material longsor dan puing-puing bangunan yang menyumbat drainase dan gorong-gorong di dekat perumahan itu pada Senin petang.

Setelah material longsor berhasil dipindahkan dan gorong-gorong berhasil dibuka, air banjir yang merendam puluhan rumah warga mulai bisa dialirkan.

Tim gabungan juga melakukan pengerukan lumpur dan tumpukan sampah di sekitar gorong-gorong itu. "Sampah dan lumpur ini harus terus dikeruk agar tidak menyumbat lagi. Sampah material bangunan, banyak puing dan kayu. Kami pantau terus perkembangannya," katanya.

Priyatna menjelaskan saat pengerukan material longsor di drainase dan gorong-gorong, tim gabungan sempat mengalami kesulitan mencari lubang gorong-gorong yang tersumbat.

"Dekat lokasi itu ada tiang pancang jalan tol dan ada juga warga yang menunjukkan titik yang salah sehingga memerlukan waktu lama menemukan lubang gorong-gorongnya," katanya.

Pada Ahad (25/10), BPBD Kota Bogor menggunakan perahu karet, mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir mencapai ketinggian satu meter, ke lokasi yang relatif lebih aman.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement