Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Guncangan Gempa di Pangandaran Dirasakan Hingga Yogyakarta

Ahad 25 Oct 2020 09:47 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Gempa (Ilustrasi). Gempa bumi terjadi di Pangandaran Jawa Barat pada Ahad (25/10) pagi.

Gempa (Ilustrasi). Gempa bumi terjadi di Pangandaran Jawa Barat pada Ahad (25/10) pagi.

Foto: Reuters
Gempa berskala 5,9 mengguncang Pangandaran, Ahad (25/10) pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guncangan gempa bumi terjadi di Pangandaran Jawa Barat pada Ahad (25/10) pagi, dirasakan ke sejumlah wilayah hingga ke DI Yogyakarta. Gempa itu berkekuatan 5,9.

"Guncangan dirasakan pada skala II-III MMI di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Ahad.

Selain Yogyakarta, getaran juga dirasakan di Kabupaten Bandung, Kebumen, Kutoarjo, Banyumas, Banjarnegara, Kulonprogo, Bantul, dan Gunung Kidul pada skala yang sama. Guncangan gempa yang magnitudonya diperbarui menjadi 5,5 itu cukup kencang dirasakan di Sukabumi, Tasikmalaya, dan Pangandaran pada skala III-IV MMI, yaitu bila pada siang hari getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Di Kuningan, Garut dan Cilacap, getaran pada skala III MMI terasa nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu. Namun, getaran gempa dirasakan lemah di Kota Bandung dan Tegal, yaitu pada skala II MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.

Parameter gempa yang diperbarui menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 8,2 LS dan 107,86 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 km arah Barat Daya Kota Pangandaran, Jawa Barat pada kedalaman 62 km. Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya aktivitas subduksi.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Sebelumnya diberitakan terjadi gempa dengan magnitudo 5,9 di laut Jawa tepatnya 90 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran Jawa Barat pada Ahad (25/10), pukul 07.56.45 WIB dengan episenter gempa terletak pada 8.22 Lintang Selatan, 107.87 Bujur Timur pada kedalaman 10 km.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA