Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Pandemi Semakin Memengaruhi Psikologi Keluarga

Kamis 22 Oct 2020 22:13 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Keluarga bahagia (Ilustrasi)

Keluarga bahagia (Ilustrasi)

Foto: Pixnio
Pandemi meningkatkan rasa cemas hingga ketakutan yang berlebihan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Indria Laksmi Gamayanti mengatakan pandemi COVID-19 lalu turut mempengaruhi psikologi keluarga. Dia mengatakan lingkup penyebaran COVID-19 semakin mengerucut dan menyentuh tingkatan terkecil di masyarakat yakni keluarga.

"Itu mempengaruhi psikologi keluarga," ujar Indria dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (22/10).

Dia menambahkan kondisi yang penuh ketidakpastian tersebut meningkatkan rasa cemas hingga ketakutan yang berlebihan. Hal itu mengubah gaya hidup dan juga risiko kesehatan.

Data yang dihimpun oleh pihaknya, terdapat sebanyak 14.619 individu baik dewasa dan anak-anak yang dilaporkan telah mengakses layanan psikolog klinis.

Kemudian, sebanyak 57,6 persen masyarakat Indonesia melakukan pemeriksaan mandiri yang didukung oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia.

"Mereka ini melakukan swaperiksa ini teridentifikasi memiliki gejala depresi akibat pandemi," ucap dia.

Indria menambahkan ada empat masalah psikologis yang paling banyak dialami masyarakat saat pandemi yakni kesulitan belajar, kecemasan, stres, dan gangguan mood (depresi karena takut tertular COVID-19).

Dia menyarankan masyarakat yang mengalami gangguan psikologis untuk berinteraksi dengan orang terdekat yang bisa dipercaya dalam mengutarakan perasaan. Sehingga beban yang ada di dalam diri menjadi lebih ringan.

Presiden Direktur PT AIA Financial (AIA), Sainthan Satyamoorthy, mengatakan pihaknya membuat program Share The Love yakni perlindungan jiwa dengan konsep but one get one.

"Hal ini sejalan dengan komitmen kami membantu jutaan keluarga di Indonesia hidup lebih sehat, lebih lama, lebih baik," kata Sainthan.

Melalui produk itu diharapkan dapat mendorong peningkatan inklusi serta literasi keuangan di Indonesia.

"Kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi semakin meningkat saat pandemi ini. Untuk itu perlu inovasi yang optimal agar asuransi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia," kata Sainthan lagi.


sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA