Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Mana Lebih Bergizi, Biji Utuh atau Gandum Utuh? (1)

Rabu 21 Oct 2020 05:35 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Sebagian orang belum bisa membedakan biji utuh dan gandum utuh (Foto: Ilustrasi roti yang terbuat dari whole grain)

Sebagian orang belum bisa membedakan biji utuh dan gandum utuh (Foto: Ilustrasi roti yang terbuat dari whole grain)

Foto: Wikimedia
Sebagian orang belum bisa membedakan biji utuh dan gandum utuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang yang mungkin sudah cukup familiar dengan istilah whole grain (biji padi-padian utuh) dan whole wheat (gandum utuh). Akan tetapi, sebagian orang mungkin belum bisa membedakan keduanya.

Dari segi bahan, produk whole grain bisa berasal dari berbagai tanaman seperti jagung, barley, oat, beras, dan gandum. Akan tetapi, produk whole wheat hanya dapat berasal dari gandum.

Dengan kata lain, whole wheat merupakan salah satu jenis dari whole grain. Produk dengan label 100 persen whole wheat merupakan produk whole grain. Akan tetapi, bila tidak ada label "100 persen", maka kemungkinan produk tersebut merupakan campuran antara whole wheat dan gandum olahan.

Kata "whole" pada whole grain dan whole wheat menunjukkan bahwa produk tersebut mengandung seluruh bagian dari biji yaitu kulit (bran), endosperma, dan lembaga (germ). Karena mengandung semua bagian biji, baik produk whole grain maupun whole wheat memiliki kandungan nutrisi yang maksimal.

Produk whole grain dan whole wheat sama-sama berperan penting dalam memberikan asupan yang bernutrisi. Akan tetapi, konsumen terkadang tak menyadari bahwa tidak semua makanan yang terbuat dari biji padi-padian dapat dikategorikan sebagai whole grain atau whole wheat.

Berikut ini adalah beberapa opsi paling menyehatkan dari produk whole grain dan whole wheat yang bisa ditemukan di pasaran, seperti dilansir Insider, Selasa (20/10).

Utuh atau Olahan
Sereal, roti, hingga pasta merupakan produk yang terbuat dari biji padi-padian . Akan tetapi, tidak semua produk sereal hingga pasta dapat dikategorikan sebagai whole grain. Sebagian dari produk-produk ini justru terbuat dari biji padi-padian  olahan.

Biji padi-padian  olahan mengandung protein 25 persen lebih rendah dibandingkan whole grain. Tak hanya itu, biji padi-padian  olahan juga mengandung vitamin dan mineral yang lebih rendah dibandingkan whole grain. Perbedaan ini disebabkan oleh banyaknya proses pengolahan yang harus dilalui oleh biji padi-padian olahan.

Akibat proses ini, biji padi-padian olahan hanya mengandung bagian biji bernama endosperma. Bagian ini tidak begitu banyak mengandung vitamin atau mineral. Sedangkan whole grain mengandung seluruh bagian biji yaitu kulit, endosperma, dan lembaga.

"Whole grain merupakan sumber serat dan nutrisi penting lain yang lebih baik, seperti vitamin B, zat besi, folat, selenium, kalium, dan magnesium," ungkap ahli gizi dari Santa Clara Valley Medical Center di Fruitfale Cynthia Delabahan.

Produk yang tergolong sebagai biji padi-padian olahan biasanya ditandai dengan label seperti multigrain atau seven-grain. Multigrain menunjukkan bahwa produk tersebut mengandung banyak jenis biji-bijian, namun tidak menjanjikan bahwa produk tersebut mengandung ketiga bagian penting biji.

Bila ingin mendapatkan produk biji-bijian utuh, pastikan produk yang dibeli memiliki label whole grain pada kemasan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA