Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Kemenparekraf Dorong Industri Film Manfaatkan Normal Baru

Sabtu 17 Oct 2020 16:18 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Fuji Pratiwi

Industri film (ilustrasi). Kemenparekraf mengajak pelaku industri film dan seni pertunjukan menciptakan berbagai macam peluang serta strategi baru yang dapat diimplementasikan di era normal baru.

Industri film (ilustrasi). Kemenparekraf mengajak pelaku industri film dan seni pertunjukan menciptakan berbagai macam peluang serta strategi baru yang dapat diimplementasikan di era normal baru.

Foto: www.freepik.com
Ada peluang memanfaatkan platform digital untuk film orisinil di era normal baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), mengajak pelaku industri film dan seni pertunjukan menciptakan berbagai macam peluang serta strategi baru yang dapat diimplementasikan di era normal baru (new normal).

Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf, Wawan Rusiawan, mengatakan, untuk membuat sebuah film atau seni pertunjukan di era normal baru ini diperlukan kecermatan dalam melihat berbagai peluang yang ada. Sehingga, peluang tersebut dapat menghasilkan strategi kreatif yang sesuai dengan situasi saat ini.

Kemenparekraf setidaknya mendorong industri lewat pelatihan maupun pendampingan dan arahan secara virtual. Dengan begitu, para pelaku industri film dapat berdiskusi mengenai berbagai macam peluang serta pemahaman supaya bisa tetap produktif dalam menghasilkan karya di era normal baru.

Baca Juga

Chief Strategy Officer Goplay, Martinus Faisal, mengatakan, pandemi Covid-19 menuntut masyarakat melakukan lebih banyak aktivitas di rumah. Kondisi itu telah memberikan dampak positif bagi dunia hiburan daring (online entertaintment).

Sebab, perilaku konsumen saat ini lebih banyak mencari hiburan secara daring. Hal tersebut terlihat dari peningkatan engagement hingga 10 kali lipat di aplikasi Goplay.

"Di masa pandemi ini, konsumen kebanyakan mencari konten-konten yang ringan seperti konten komedi atau drama. Selain itu, konsumen juga menonton film-film yang memiliki durasi yang panjang, dibandingkan bite sized content seperti sebelum pandemi," kata Martinus.

Martinus melihat hal tersebut menunjukkan peluang yang baik bagi pelaku industri film untuk memanfaatkan platform digital dalam mengembangkan dan memproduksi konten film orisinil di era normal baru.

Produser Teater dan Aktris Indonesia, Happy Salma, mengatakan, pandemi ini sangat mempengaruhi industri film dan seni pertunjukan di Indonesia. Tidak sedikit para pelaku seni film yang kehilangan pekerjaan.

Namun, sebagai pekerja kreatif, mereka harus bisa berpikir kreatif. "Pandemi ini memberikan kesempatan kepada teman-teman di industri film untuk tetap produktif dan menghasilkan karya yang hebat dengan segala keterbatasan yang ada," kata Happy.

Ia berpendapat justru di tengah pandemi ini, pelaku industri film dapat melakukan berbagai kegiatan menarik yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Selama pandemi, Happy membuat teater daring yang merupakan konsep baru yang sesuai dengan kondisi saat ini.

"Teater daring muncul begitu saja. Karena melihat situasi saat ini yang tidak memungkinkan untuk mengadakan teater secara langsung," kata Happy.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA