Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

Friday, 6 Rabiul Awwal 1442 / 23 October 2020

UMM Rancang Aplikasi Terkait Laporan Hasil Observasi

Rabu 30 Sep 2020 12:06 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merancang aplikasi pembelajaran teks laporan hasil observasi bernama Apertela.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merancang aplikasi pembelajaran teks laporan hasil observasi bernama Apertela.

Foto: Humas UMM
Meskipun sulit dan kompleks, teks laporan hasil observasi penting dikuasai

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merancang aplikasi pembelajaran teks laporan hasil observasi yang didaftarkan Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC). Karya Annisauf Fadlilah Khoiri, Mohammad Nuryasin, dan Hafida Isnaini ini berhasil mendapat pendanaan dari Kementerian Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Perwakilan kelompok, Annisauf Fadlilah Khoiri, menyatakan ide aplikasi ini dilatarbelakangi aspek ketatabahasaan, membaca dan menulis dalam teks laporan hasil observasi. Aspek ini biasanya mencakup seluruh konstituen bahasa yang kompleks.

"Mulai dari kata, frasa, klausa, hingga kalimat," ucap Annisauf dalam pesan pers yang diterima Republika.

Meskipun sulit dan kompleks, teks laporan hasil observasi penting dikuasai. Hal ini karena menjadi bekal siswa dalam proses penulisan ilmiah pada jenjang berikutnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, Annisauf menciptakan aplikasi bernama Apertela dengan desain multimodal game based learning untuk memfasilitasi proses belajar siswa.

Dengan gim, siswa diharapkan memiliki otoritas dalam membangun pengetahuannya sendiri. Caranya dengan melakukan observasi secara digital terhadap suatu objek atau peristiwa.

Siswa juga dapat menambah pengetahuannya secara mandiri. Tidak langsung menerima dari guru sehingga hal itu dapat memperkuat pemahamannya tentang proses observasi. "Yang sebagai cikal bakal teks laporan hasil observasinya," katanya.

Berdasarkan kutipan seorang ahli, kata Annisauf, siswa yang memiliki otoritas dalam membangun pengetahuannya sendiri dapat lebih merasa bahwa pengetahuannya itu benar dimilikinya. Artinya, bukan semata hasil pemberian atau pentransferan dari guru. Siswa juga dapat menentukan caranya sendiri untuk membangun pengetahuannya seolah sedang berperan sebagai saintis yang berpikir dengan sudut pandang tertentu.

"Setelah itu, siswa dapat menuliskan hasil observasinya itu seperti seorang saintis yang menuliskan laporannya setelah melakukan penelitian," ungkap dia.

Menurut Annisauf, aplikasi Apertela akan memudahkan guru dan siswa dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi. Pasalnya, terdapat fitur materi dan permainan yang dapat menarik minat, motivasi, dan kemandirian siswa dalam belajar.

Apertela memfasilitasi pembelajaran teks laporan hasil observasi secara komprehensif. Dengan aplikasi ini, keterampilan berbahasa dan kompetensi linguistik siswa diasah dengan cara yang menyenangkan.

photo
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merancang aplikasi pembelajaran teks laporan hasil observasi bernama Apertela. - (Humas UMM)
Menurutnya, Apertela tidak hanya menyajikan contoh teks laporan hasil observasi. Aplikasi ini juga mempunyai materi dan permainan dengan berbagai level. Dengan inovasi multimodal game based learning, aplikasi ini dapat memfasilitasi pembelajaran berbasis permainan yang menyenangkan disertai tampilan audio, visual, dan gerakan yang menstimulus perkembangan kognitif siswa.

Selain itu, Apertela juga dilengkapi dengan kuis-kuis tentang aspek kebahasaan, membaca dan menulis dalam teks laporan hasil observasi. Kemudian tersedia juga pertanyaan dalam kuis berubah dan bervariasi pada setiap levelnya serta disusun berdasarkan tingkat kesulitannya.

"Jadi, semakin tinggi levelnya semakin sulit kuisnya sehingga pengguna lebih tertantang dan percaya diri dalam menyelesaikan kuisnya," kata dia.

Keunikan aplikasi juga tampak pada level-level permainannya. Setidaknya terdapat lima level dengan dua pengaturan pada setiap levelnya. Pengaturan ini mencakup latar tempat dan nilai edukasi, budaya, sosial, serta lingkungan.

"Jika pemain berhasil menjawab semua kuis pada setiap level, ada bonus tambahan dalam bentuk pengayaan materi tentang kuis yang sudah dikerjakan," katanya.

Baca Juga

Dengan keunggulan dan keunikan aplikasi Apertela, Annisauf berharap, ini dapat menjadi terobosan terbaru dalam dunia pendidikan. Khususnya, pada pembelajaran teks laporan hasil observasi pada siswa SMA kelas X semester awal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA