Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Kasus Covid-19 Naik, Menteri Kesehatan Ceko Mundur

Senin 21 Sep 2020 21:17 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Bendera Ceko

Bendera Ceko

Menteri Kesehatan Ceko jadi sasaran kritik atas terjadinya lonjakan kasus Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, PRAHA -- Menteri Kesehatan Republik Ceko Adam Vojtěch mengundurkan diri dari jabatannya, Senin (21/9). Hal itu dilakukan saat negara tersebut menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

"Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai menteri kesehatan. Saya telah menyerahkan pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri," kata Vojtěch.

Vojtěch telah menjadi sasaran kritik atas terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Ceko. Namun beberapa politisi oposisi melihatnya sebagai kambing hitam atas tidak konsistennya pemerintah dalam menangani wabah virus korona. “Perdana menteri lebih bertanggung jawab karena dia dengan kuat dan tidak kompeten mengganggu pekerjaan Kementerian Kesehatan,” tulis Marian Jurecka, ketua oposisi Demokratik Kristen, di Twitter.

Baca Juga

Perdana Menteri Ceko Andrej Babis telah menominasikan seorang ahli epidemiologi untuk menggantikan Adam Vojtěch. Dia adalah Roman Prymula. "Profesor Prymula akan menjadikan manajemen krisis sebagai tugas utamanya," kata Babis dalam konferensi pers.

Babis mengatakan telah menominasikan Prymula ke Presiden Milos Zeman. Dia menyebut Zeman telah berjanji untuk menerima pengangkatannya. Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, dalam 14 hari terakhir, Ceko memiliki 193 kasus per 100 ribu orang.

Hampir 49.300 orang telah terinfeksi virus corona di Republik Ceko. Angka 'R', yakni pengukur berapa banyak orang yang mungkin terinfeksi oleh satu orang yang membawa virus, telah mencapai 1,6. Virus itu telah menewaskan lebih dari 500 warga di sana atau meningkat 18 persen sejak 31 Agustus. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA