Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Bukti Seorang Kiai akan Doakan Santrinya Meski Dikenal Nakal

Senin 21 Sep 2020 21:08 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Seorang kiai akan mendoakan santrinya meski santri dikenal nakal. Ilustrasi santri

Seorang kiai akan mendoakan santrinya meski santri dikenal nakal. Ilustrasi santri

Foto: Antara/Arief Priyono
Seorang kiai akan mendoakan santrinya meski santri dikenal nakal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pengasuh kedua Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo, KHR As'ad Syamsul Arifin resmi dianugerahi gelar pahlawan pada 9 November 2016 lalu. Kiai As\'ad adalah seorang ulama kharismatik Jawa Timur yang selalu berdoa untuk kejayaan Islam dan keselamatan bangsa.  

Mantan Sekretaris Pusat Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Sya'fiiyah (IKSASS), Misbahus Salam turut mendampingi istri Kiai As'ad, Ny Hj Khoiriyah As’ad saat menghadiri penganugeran gelar pahlawan tersebut.  

Baca Juga

Dalam tulisannya yang berjudul "Kiai As’ad Dan Doa Yang Sering Dimunajatkan", Misbahul menceritakan bahwa saat dalam perjalanan di mobil ia sempat memberanikan diri bertanya kepada Nyai Khoiriyah tentang amaliah doa Kiai As’ad yang sering dimunajatkan kepada Allah SWT.

Nyai Khoiriyah pun menjawab menggunakan bahasa Madura bahwa yang amat sering dilantunkan dalam doa-doa Kiai As’ad adalah kejayaan Islam, keselamatan bangsa, dan negara, serta selalu menyuruh untuk mendoakan dzurriyah beliau, termasuk para santri Sukorejo. Beginilah dawuh Kiai As’ad yang disampaikan kembali Nyai Khoiriyah: 

“Mara du’agih anak potoh kabbi, tang santreh se bede e ponduk maupun se lamole, tang santre reya tang anak, lakar bede se penter, se meler, se bejeng se buduh, tape kabbi roah tang anak.”

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, artinya: “Mari doakan anak keturunan saya semua, santri yang ada di pondok maupun yang sudah pulang, santri saya ini anak saya, memang ada yang pandai, nakal, rajin, bodoh, tapi semua itu anak saya.”

Menurut Misbahul, kalimat itu lah yang setiap hari selalu keluar dari lisan Kiai As’ad, mengajak sang Istri untuk bermunajat pada Tuhan semesta alam. Jika ingat dawuh Nyai Khoiriyah ini, sungguh sangat besar tanggung jawab dan kasih sayang Kiai As’ad kepada para santrinya, bahkan hidup tirakat demi kemuliaan hidup para santrinya di dunia dan akhirat.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA