Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Banjir di Sigi karena Curah Hujan Tinggi

Kamis 17 Sep 2020 10:18 WIB

Red: Ani Nursalikah

Banjir di Sigi karena Curah Hujan Tinggi. Warga menyelamatkan barang-barang dari rumah yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (15/9/2020). Banjir bandang yang terjadi pada Senin (14/9/2020) malam karena hujan lebat itu mengakibatkan sedikitnya 15 rumah warga rusak berat dan puluhan lainnya rusak ringan dan digenangi lumpur. Sebanyak 59 Kepala Keluarga atau atau 224 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat aman.

Banjir di Sigi karena Curah Hujan Tinggi. Warga menyelamatkan barang-barang dari rumah yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (15/9/2020). Banjir bandang yang terjadi pada Senin (14/9/2020) malam karena hujan lebat itu mengakibatkan sedikitnya 15 rumah warga rusak berat dan puluhan lainnya rusak ringan dan digenangi lumpur. Sebanyak 59 Kepala Keluarga atau atau 224 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat aman.

Foto: Antara/Basri Marzuki
Sigi dilanda curah hujan tinggi beberapa hari terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, SIGI -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengatakan bencana alam banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dalam beberapa hari terakhir ini dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi. Kepala BPBD Kabupaten Sigi Asrul membenarkan pemicu utama banjir di sejumlah wilayah di daerah itu disebabkan cuaca ekstrem.

Baca Juga

Ia mengatakan kondisi cuaca di hampir seluruh wilayah Sigi dalam dua pekan ini terbilang ekstrem. Selain hujan dengan intensitas tinggi juga disertai angin kencang.

"Inilah yang memicu terjadinya banjir dan longsor di beberapa titik di Sigi," kata Asrul, Kamis (17/9).

Ditambah lagi, wilayah permukiman penduduk sangat dekat dengan sungai. Sementara rata-rata sungai yang ada di daerah berbatasan langsung dengan Kota Palu, Poso dan Donggala tersebut telah terjadi pendangkalan.

Ketika hujan lebat, akibat sungai sudah dangkal, akhirnya terjadi banjir dan meluap ke permukiman penduduk dan lahan-lahan pertanian dan perkebunan yang ada di wilayah itu.

Dalam beberapa pekan terakhir ini, terjadi bencana alam di sejumlah wilayah di Sigi, seperti sebelumnya di Kecamatan Kulawi, Kecamatan Gumbasa, Kecamatan Sigibiromaru dan terakhir pada Senin (14/9) malam banjir menerjang Desa Rogo di Kecamatan Dolo Selatan.

Semua titik yang dilanda banjir selama ini terbilang cukup rawan sehingga tidak heran jika wilayah tersebut sering menjadi langganan banjir.

Asrul mengatakan telah melakukan berbagai upaya mencegah banjir dengan program normalisasi beberapa sungai yang selama ini sering banjir bandang. Ada tiga sungai besar di Sigi yang sedang dalam tahap normalisasi, termasuk diantaranya Sungai Bangga, Salua, dan Poi.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA