Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Damai di Washington, Serangan di Jalur Gaza

Rabu 16 Sep 2020 22:04 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah

Militer Israel membombardir bangunan di Jalur Gaza.

Militer Israel membombardir bangunan di Jalur Gaza.

Foto: AP Photo
Pangkalan latihan militer Hamas disebut diserang.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA --  Pesawat Israel menyerang Jalur Gaza pada Rabu (16/9). Saksi mata melaporkan, sirine peringatan tembakan roket dari wilayah Palestina terdengar di Israel selatan.

Laporan para saksi menyatakan pangkalan pelatihan yang dijalankan oleh Hamas terkena serangan udara. Sedangkan pasukan militer Israel mengatakan sirine peringatan roket berbunyi di komunitas Israel yang berbatasan dengan Jalur Gaza. Namun, militer Israel tidak segera mengkonfirmasi serangan yang terjadi tersebut.

Seperti dikutip dari middleeastmonitor, beberapa jam sebelum serangan pesawat Israel, sebuah roket yang ditembakkan oleh warga Palestina dari Gaza menghantam kota pesisir Ashdod, di Israel. Peristiwa ini melukai dua orang.

Serangan-serangan tersebut terjadi pada saat yang sama Israel dan dua negara Teluk Arab, UEA dan Bahrain, menandatangani perjanjian di Washington, Amerika Serikat, untuk menjalin hubungan secara resmi.  Seremoni ini dihadiri oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serta para menteri luar negeri Bahrain dan UEA.

Selain itu, ratusan warga Palestina menggelar aksi protes untuk menolak kesepakatan normalisasi hubungan antara UEA, Bahrain, dan Israel. Para pengunjuk rasa tetap mengenakan masker dan membawa spanduk bertuliskan, "Pengkhianatan", "Tidak untuk normalisasi dengan penjajah", dan "Perjanjian memalukan".

Para demonstran juga menginjak-injak foto Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan sebelum dibakar.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA