Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

10 Fakta Mencengangkan tentang Venus, Planet Kembaran Bumi

Rabu 16 Sep 2020 10:20 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Venus yang berwarna orange.

Venus yang berwarna orange.

Foto: nasa
Dari semua planet di Tata Surya, Venus adalah yang paling mirip dengan Bumi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Venus adalah salah satu planet yang memiliki keanehan dalam banyak hal. Terbaru, ilmuwan menemukan senyawa di awan Venus yang mungkin berupakan tanda kehidupan. Ilmuwan tidak mengklain menemukan kehidupan di Venus, namun temuan zat bernama fosfin membuat ilmuwan semakin penasaran dengan planet ini.

Baca Juga

Tidak banyak orang mengetahui sejumlah fakta tentang Venus. Berikut ini 10 hal oaling aneh tentang planey Venus dilansir dari Space:

Kembaran Bumi
Dari semua planet di Tata Surya, Venus adalah yang paling mirip dengan Bumi. Kedua planet berukuran hampir sama dan komposisi Venus, sebagian besar sama dengan Bumi.

Orbit Venus juga paling dekat dengan Bumi diantara planet lainnya di Tata Surya. Kedua planet memiliki permukaan yang relatif muda dan keduanya memiliki atmosfer tebal dengan awan. Meski demikian, awan di Venus sebagian besar terbuat dari asam sulfat yang beracun.

Gunung Merapi
Ada banyak gunung berapi di Venus, bahkan dibanding planet lainnya di Tata Surya. Para astronom mengetahui lebih dari 1.600 gunung berapi di permukaannya, tetapi kemungkinan besar masih banyak lagi dan tidak terlihat karena ukuran yang terlalu kecil.

Para ilmuwan memperkirakan sebagian besar gunung berapi di Venus tidak aktif. Meski demikian, ada diantaranya yang mungkin masih aktif.

Satu Hari di Venus Jauh Lebih Lama dari 1 Tahun di Bumi
Satu hari di Venus berlangsung selama 243 hari di Bumi. Ini adalah waktu yang dibutuhkan Venus untuk melakukan satu rotasi.

Sementara, satu tahun di Venus, di mana merupakan periode revolusi mengelilingi Matahari juga lebih pendek. Ini berlangsung hanya seperti selama 224,7 hari di Bumi.

Venus Sangat Panas
Karena sebagian besar atmosfer Venus terbuat dari karbon dioksida, efek rumah kaca yang ekstrem menghangatkan permukaan planet. Suhu di sana bisa mencapai 870 derajat Fahrenheit atau 470 derajat Celsius.  

“Permukaan Venus cukup panas untuk melelehkan timbal karena atmosfer rumah kaca yang tak terkendali,” udar Sue Smrekar, ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California, Amerika Serikat (AS).

Tekanan ekstrim
Tekanan udara di permukaan Venus sangat ekstrim, yakni sekitar 90 kali lebih tinggi daripada tekanan di permukaan laut di Bumi. Dengan kata lain, tekanan di Venus hampir sama dengan tekanan air di Bumi sekitar setengah mil (1 km) di bawah laut.

Venus melintasi matahari
Venus jarang terlihat di antara planet-planet karena kita dapat melihatnya melintas di depan matahari. Hanya Venus dan Merkurius yang melakukan ini dari sudut pandang Bumi.

Faktanya, Transit Venus jarang terjadi, dengan pasangan yang dipisahkan oleh delapan tahun datang sekitar kurang dari sekali dalam satu abad. Salah satu kejadian yang tidak biasa ini akan terjadi pada 5-6 Juni 2012.

Saat itu, transit Venus akan terlihat dari Amerika Utara dan beberapa Selatan, Asia Barat, bagian timur Afrika, dan hampir seluruh Eropa. Ini baru ketujuh kalinya sejak penemuan teleskop manusia menyaksikan transit Venus.

Planet yang paling terang
Meskipun Venus bukanlah planet terbesar di tata surya, kedekatannya dengan Bumi menjadikannya planet paling terang di langit. Ini juga memenuhi syarat sebagai objek paling terang kedua di langit malam hari, setelah bulan.

Faktanya, Venus bisa tampak begitu terang sehingga seorang pilot di penerbangan Air Canada pada Januari 2011 salah mengira planet yang mempesona itu sebagai pesawat yang akan datang. Pilot mengirim pesawatnya ke mode penyelaman darurat untuk menghindari tabrakan di udara terjadi.

Namun, tak lama penyelidik mengetahui bahwa benda terang yang dilihat pilot tersebut bukanlah pesawat lain, tetapi Venus. Tentunya saat itu kondisi aman karena planet tersebut masih terletak jutaan mil jauhnya.

Misteri kuno
Venus telah menjadi sasaran pengamatan selama ribuan tahun. Dahulu, orang Babilonia kuno melacak pengembaraannya melalui langit dalam catatan tanggal sejauh 1600 SM.

Matematikawan Yunani Pythagoras adalah orang pertama yang menemukan bahwa bintang paling terang di langit pagi dan sore ternyata adalah objek yang sama, Venus.

"Sepanjang sejarah, Venus telah menjadi salah satu benda langit yang paling banyak dipelajari dan berspekulasi di langit kita," kata Smrekar.

Planet yang berangin
Angin melintasi Venus dengan kecepatan super cepat yang dapat mencapai 450 mil per jam (724 kph) di lapisan awan tengahnya. Angin Venus ini lebih cepat dari tornado tercepat di Bumi.

Venus memiliki fase
Karena Venus mengorbit matahari di dalam orbit Bumi, planet tersebut tampaknya memiliki fase seperti Bulan. Ketika Venus berada di sisi berlawanan dari Matahari, planet ini berada dalam fase penuh, sedangkan Venus muncul dalam fase baru ketika berada di antara Bumi dan Matahari.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA