Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Membaca Alquran Terburu-buru Dapat Hilangkan Kebaikan Besar

Selasa 15 Sep 2020 19:05 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil

Membaca Alquran Terburu-buru Dapat Hilangkan Kebaikan Besar. Foto: Membaca Alquran. Ilustrasi

Membaca Alquran Terburu-buru Dapat Hilangkan Kebaikan Besar. Foto: Membaca Alquran. Ilustrasi

Foto: Abdan Syakura/Republika
Tidak sedikit kaum muslimin yang membaca Alquran dengan terburu-buru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Tidak sedikit kaum muslimin yang membaca Alquran dengan isti'jal (cepat dan terburu-buru). Padahal banyak ulama salaf dari kalangan para sahabat dan generasi setelah mereka yang membenci membaca Alquran dengan cara demikian. Hal ini karena membaca secara isti'jal akan menghilangkan kebaikan yang paling besar dari tujuan diturunkannya, yaitu untuk ditadaburi dan diambil pelajaran.

Dikutip dari buku Tajwid Lengkap Asy-Syafi'i karya Abu Ya'la Kurnaedi, salah satu adab yang diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yakni membaca dengan Tartil, maksudnya tidak terlalu cepat atau terburu-buru dalam membaca Alquran. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

...وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا

"... dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan". (Alquran surat Al-Muzammil ayat empat).

Imam ath-Thabari berkata ketika menjelaskan ayat tersebut, "Perjelaslah bacaan Alquran apabila kamu membacanya, dan perlahan-lahanlah dalam membacanya", tafsir at-Thabari.

Ummul Mukminin Hafshah Radhiyallahu Anhuma pernah menyifati qiraah nabi Shallallahu alaihi wa sallam, dengan perkataan:

كَانَ يَقْرَأُ بِالسُّوْرَةِ فَيُرَتِّلُهَا

"Beliau membaca sebuah surat dan mentartilkannya," hadits riwayat muslim.

Suatu ketika seseorang mendatangi Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu Anhu dan berkata "Aku membaca mufashshal (surat-surat pendek yang dimulai dari surat qaf sampai surat An-naas) dalam satu rakaat". Maka beliau berkata,

هذا كهذا اشعر؟ إن أقواما يقرؤون القرآ ن لايجا وز تراقيهم ولكن إذا وقع في القلب فرسخ فيه نفع

"Apakah kamu membaca (surah-surah itu) dengan cepat seperti membaca syair? Sesungguhnya ada suatu kaum yang membaca Alquran tidak sampai melewati tenggorokan mereka (tidak sampai ke dalam hati). Padahal jika Alquran sampai ke dalam hati dan menghujam kuat padanya, ia akan memberi manfaat" hadits riwayat Muslim.

Imam Mujahid rahimahullah pernah ditanya tentang dua orang. Salah satunya membaca surah Al-Baqarah, sedangkan yang kedua membaca surah Al-Baqarah dan surah Ali Imran. Ruku, sujud, serta duduk keduanya sama. Siapakah di antara keduanya yang lebih utama? Imam menjawab? "Yang lebih utama adalah orang yang membaca surah Al-Baqarah, kemudian dia membacakan
وقرءانا فرقنه لتقرأه،على الناس على مكث ونزلنه تنزيلا

Baca Juga

'Dan Alquran (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap'", tafsir at-Thabari dan Akhlaq Ham alatil Quran.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA