Kamis 13 Aug 2020 16:59 WIB

Kapasitas RSUD Garut Masih Tesedia untuk Pasien Covid-19

Lama rentang perawatan pasien di RSUD Garut juga semakin cepat.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah
Suanasa ruang isolasi RSUD dr Slamet Garut.
Foto: Bayu Adji P/Republika
Suanasa ruang isolasi RSUD dr Slamet Garut.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Dinas Kesehatan Kabupaten Garut menilai ketersediaan ruangan untuk pasien Covid-19 di Kabupaten Garut masih mencukupi. Walaupun dalam beberapa hari terakhir terus terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positid di wilayah itu. Dari 63 tempat tidur khusus pasien Covid, saat ini hanya belasan kasur yang digunakan. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani mengatakan, ketersediaan tempat tidur untuk menangani pasien Covid-19 di wilayahnya masih mencukupi. Menurut dia, selama ini penanganan pasien Covid-19 difokuskan di RSUD dr Slamet. 

Baca Juga

Ia menyebut, selama pandemi Covid-19 terjadi ketersediaan ruangan di RSUD itu selalu mencukupi. "Karena pasien juga tidak terus di sana. Ada juga yang sembuh," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (13/8).

Ia menambahkan, lama rentang perawatan pasien di RSUD Garut juga semakin cepat. Hal itu dikarenakan saat ini di RSUD dr Slamet telah tersedia alat pemeriksaan sampel usap (swab) pasien Covid-19. Dengan begitu, tak perlu menunggu waktu lama untuk memastikan pasien dapat keluar dari rumah sakit. 

Leli menyebut, saat ini rata-rata pasien Covid-19 di RSUD dr Slamet hanya menjalani isolasi selama sepekan. Ketika sudah dipastikan negatif Covid-19, pasien telah diperbolehkan kembali ke rumahnya untuk melakukan karantina mandiri.

"Kalau sebelumnya kan suka lama karena menunggu hasilnya swab dari Bandung. Jadi perawatan pasien Covid-19 di rumah skait juga menjadi semakin lama," kata dia. 

Kendati demikian, Leli menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut telah memiliki rencana cadangan jika terjadi gelombang kedua pandemi Covid-19. Menurut dia, sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas yang memiliki layanan rawat inap, telah diminta menyediakan ruang isolasi untuk pasien Covid-19. Ia menyebut, saat ini ada 32 puskesmas di Kabupaten Garut yang memiliki layanan rawat inap dan bisa dimaksimalkan untuk perawatan pasien Covid-19 jika dibutuhkan.

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah menyiapkan rumah sakit darurat untuk menampung pasien Covid-19 jika terjadi lonjakan. "Misal di Balai Diklat Keluarga Berencana akan disiapkan sebagai tempat isolasi, ada di rumah sakit swasta juga. Artinya sudah ada skema cadangan tapi jangan sampai ada gelombang lagi," kata dia.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, sejak Agustus 2020 terjadi penambahan 17 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Menurut Leli, peningkatan kasus itu disebabkan pemeriksaan yang dilakukan lebih banyak. "Jadi yang terinfeksi bermunculan. Kalau dulu kan swab masih jarang," kata dia. 

Saat ini, secara akumulatif tercatat 54 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut. Dari total kasus itu, 13 orang masih menjalani isolasi di rumah sakit, satu orang isolasi mandiri, 37 orang sembuh, dan tiga orang meninggal dunia. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement