Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Citilink Mulai Aktifkan Kembali Rute Penerbangan

Kamis 13 Aug 2020 11:32 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Maskapai berbiaya hemat Citilink Indonesia mulai mengaktifkan kembali rute penerbangan yangs ebelumnya ditutup semenjak pandemi Covid-19.

Maskapai berbiaya hemat Citilink Indonesia mulai mengaktifkan kembali rute penerbangan yangs ebelumnya ditutup semenjak pandemi Covid-19.

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Trafik yang dilayani Citilink Indonesia sudah mencapai 57 penerbangan per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maskapai berbiaya hemat Citilink Indonesia mulai mengaktifkan kembali rute penerbangan yangs ebelumnya ditutup semenjak pandemi Covid-19. Hal tersebut dilakukan setelah trafik penerbangan mulai meningkat kembali semenjak adaptasi kebiasaan baru diberlakukan.

Erlangga menuturkan, rute yang kembali dibuka itu dilakukan untuk menambah kepercayaan masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi udara. “Rute yang dibuka kembali yaitu Surabaya-Banyuwangi, Bandung-Halim, Yogyakarta-Halim, dan sebagainya,” kata Erlangga dalam diskusi virtual, Rabu (12/8) malam.

Baca Juga

Terlebih, Erlangga mengatakan saat ini trafik yang dilayani Citilink Indonesia sudah mencapai 57 penerbangan per hari. Menurutnya angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup baik.

Dalam operasionalnya, Erlangga memastikan Citilink terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Kami melakukan disinfeksi setiap harinya di seluruh pesawat sebelum dan setelah selesai beroperasi,” ujar Erlangga.

Dia memastikan disinfeksi dilakukan di semua area pesawat mulai dari kokpit, kabin, dan kargo. Erlangga mengatakan, Citilink juga menggunakan cairan disinfektan yang mengunakan standar regulator.

Selain itu, Erlangga mengatakan Citilink juga menggunakan teknologi High Efficiency Particulate Air (HEPA) di dalam pesawatnya. “Setiap pesawat ada dua HEPA. Semakin lebar pesawat akan lebih banyak HEPA. Ini semacam filter yang memiliki kemampuan untuk menayaring debu hingga bakteri hingga 99,99 persen,” jelas Erlangga.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA