Jumat 24 Jul 2020 17:28 WIB

IHSG Menutup Perdagangan Akhir Pekan di Zona Merah

Saham sektor konsumsi dan aneka industri menjadi penekan IHSG hingga akhir perdaganga

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Karyawan mengambil gambar layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi
Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Karyawan mengambil gambar layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (24/7). Indeks saham turun cukup dalam sebesar 1,21 persen atau terkoreksi 62,02 poin ke level 5082.99.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi sentimen luar. "IHSG terdampak kekhawatiran perluasan konflik Amerika Serikat (AS) dan China yang kembali memanas," kata Lanjar.

Baca Juga

Saham-saham pada sektor konsumsi dan aneka industri menjadi penekan IHSG hingga akhir sesi perdagangan. Keduanya masing-masing melemah ,1,86 persen 1,76 persen. Selain itu, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk (ICBP) juga turun 2,39 persen dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) anjlok 3,72 persen sehingga menjadi penekan pada sektor konsumer.

Pelemahan IHSG ini sejalan dengan pergerakan mayoritas indeks saham Asia yang berakhir di zona merah. Indeks Hangseng turun 2,34 persen dan CSI300 anjlok 4,39 persen.

Indeks saham Asia turun signifikan ditengah kekhwatiran atas meningkatnya ketegangan AS-China. Ekuitas di China turun lebih dari 4 persen karena China memerintahkan AS untuk menutup konsulat dalam aksi balas dendamnya.

Langkah terbaru China ini semakin mempererat hubungan yang dulunya sempat keruh dengan AS. Kedua negara adikuasa juga baru-baru ini berselisih mengenai perdagangan dan penanganan awal Covid-19, meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang berkepanjangan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement