Senin 20 Jul 2020 16:29 WIB

Pemkot Bandung Bangun 4 Posko Pantau Kerumunan

Posko berisi tim gabungan terdiri atas aparat kepolisian, Satpol PP dan Dishub.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andi Nur Aminah
Petugas dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat membuat ruang henti khusus (RHK) sebagai bentuk penerapan physical distancing bagi pengguna roda dua di Perempatan Jalan Merdeka-Jalan Aceh, Kota Bandung, Kamis (16/7). RHK nantinya akan tersedia di 159 titik traffic light yang tersedia di 22 kabupaten dan kota wilayah Polda Jawa Barat. RHK merupakan upaya preventif dalam meminimalisir adanya kerumunan kendaraan roda dua di ruang henti khusus pada traffic untuk mencegah penularan Covid-19.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Petugas dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat membuat ruang henti khusus (RHK) sebagai bentuk penerapan physical distancing bagi pengguna roda dua di Perempatan Jalan Merdeka-Jalan Aceh, Kota Bandung, Kamis (16/7). RHK nantinya akan tersedia di 159 titik traffic light yang tersedia di 22 kabupaten dan kota wilayah Polda Jawa Barat. RHK merupakan upaya preventif dalam meminimalisir adanya kerumunan kendaraan roda dua di ruang henti khusus pada traffic untuk mencegah penularan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah membangun empat posko di empat tempat yang berfungsi memantau pergerakan masyarakat dan potensi munculnya kerumunan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa pandemi Covid-19. Posko tersebut berisi tim gabungan terdiri atas aparat kepolisian, Satpol PP dan Dishub.

"Posko bukan chek point, kalau chek point ada pengecekan. Intinya melakukan sosialisasi edukasi dan monitoring ke warga yang potensi terjadi kerumunan dan transmisi (penyebaran covid-19)," ujar Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna, Senin (20/7).

Baca Juga

Ia mengungkapkan, posko-posko tersebut berada di Jalan Sukarno di dekat Gedung Merdeka, di Jalan Pelajar Pejuang di depan Hotel Horison, Jalan Cikapayang dan Jalan BKR di dekat patung ikan. Menurutnya, para petugas melakukan pemantauan sekaligus menjaga ruas jalan yang dibuka tutup.

Ema pun mengapresiasi kegiatan buka tutup jalan di jalur yang berpotensi mengundang kerumunan relatif sepi dari aktivitas masyarakat. "Alhamdulillah sudah melebihi jam sembilan malam (sepi)," katanya.

Terpisah, Kasatlantas Polrestabes Bandung, Kompol Bayu Catur Prabowo mengatakan selain 10 ruas jalan yang sudah dilaksanakan buka tutup, saat ini pihaknya telah melakukan buka tutup jalan di jalur Lingkar Selatan. Upaya tersebut dilakukan sebagai antisipasi penyebaran virus corona. 

"Upaya pemerintah daerah (berdasarkan) analisis dan evaluasi di Lingkar Selatan ada 11 titik penutupan semata-mata membatasi akses masyarakat memasuki Kota Bandung," katanya.

Ia mengakui terjadi pro kontra di masyarakat seputar buka tutup jalan. Namun, pihaknya mengutamakan kesehatan dengan cara menghindari potensi masyarakat berkumpul atau berkerumun.

"Sepanjang jalur Lingkar Selatan dari Gatsu ke ujungnya wilayah Kopo Cibereum. Mulainya dari Minggu lalu kemudian tiap hari penutupan sampai terakhir Sabtu kemarin, berharap disiplin masyarakat akan muncul," katanya.

Ia mengatakan, pertimbangan jalur Lingkar Selatan yang dibuka tutup karena merupakan akses masuk ke Kota Bandung dari arah Selatan. Menurutnya, masyarakat dari arah Selatan dan Timur banyak yang ke Kota Bandung.  "Waktu penutupan dari jam 9 malam sampai jam 6 pagi," katanya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement