Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Thursday, 16 Zulhijjah 1441 / 06 August 2020

Politikus Lebanon: Soal Hagia Sophia Bisa Provokasi Israel

Selasa 14 Jul 2020 10:42 WIB

Rep: Rizky Suryarandika./ Red: Muhammad Hafil

Politikus Lebanon: Soal Sophia Bisa Provokasi Israel. Foto: Seorang pria memegang bendera Turki di depan Museum Hagia Sophia di Istanbul, Turki, 10 Juli 2020. Pengadilan administrasi tertinggi Turki pada 10 Juli 2020 memutuskan bahwa museum yang dulunya masjid yang dibangun di katedral dapat diubah menjadi masjid. lagi dengan menyatakan statusnya sebagai museum.

Politikus Lebanon: Soal Sophia Bisa Provokasi Israel. Foto: Seorang pria memegang bendera Turki di depan Museum Hagia Sophia di Istanbul, Turki, 10 Juli 2020. Pengadilan administrasi tertinggi Turki pada 10 Juli 2020 memutuskan bahwa museum yang dulunya masjid yang dibangun di katedral dapat diubah menjadi masjid. lagi dengan menyatakan statusnya sebagai museum.

Foto: EPA-EFE/ERDEM SAHIN
Israel bisa terprovokasi terkait kebijakan Turki soal Hagia Sophia.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Politikus Lebanon Gebran Bassil menyoroti konversi Hagia Sophia menjadi Masjid baru-baru ini. Ia menganggap keputusan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan itu bisa menyulut emosi Israel.

Hagia Sophia diketahui dibangun pada 534 masehi oleh raja Roma untuk menjadi gereja terbesar sepanjang sejarah. Lalu Haghia Sophia diubah menjadi Masjid pada 1453 setelah penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Ottoman Mehmed II. Hagia Sophia sempat dijadikan museum pada 1935 sebelum kembali jadi Masjid pada 2020.

"Pada 1934, Ataturk mengonversi gereja Hagia Sophia menjadi sebuah museum sebagai saksi konvergensi dunia barat dan timur... Kristen dan Islam," kata Bassil dalam cuitan Twitternya sebagaimana dilansir dari National News Agency pada Senin (13/7).

Ketua Partai Pergerakan Kebebasan Patriotik Lebanon itu khawatir konversi Hagia Sophia memantik emosi Israel. Nantinya bisa saja Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina justru diubah jadi Istana Sulaiman. Bangsa Yahudi percaya Masjid Al-Aqsa berdiri di atas Istana Sulaiman.

"Konversi itu memanipulasi sejarah, sebuah penolakan terhadap konvergensi dan pesan pada Israel untuk mengubah Masjid Al-Aqsa menjadi Istana Sulaiman," ujar Bassil.

"Apakah dunia barat dan timur kini menyadari nilai kehadiran Libanon sebagai negara dimana peradaban dan agama bertemu," tambah Bassil.

Hingga saat ini, Haghia Sophia merupakan destinasi unggulan Turki. Wisatawan asing kerap mengunjunginya guna memenuhi rasa penasaran akan bangunan sarat sejarah itu. 

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA