Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Saturday, 25 Zulhijjah 1441 / 15 August 2020

Belasan Diplomat AS Tinggalkan Arab Saudi Akibat Covid-19

Ahad 05 Jul 2020 08:54 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Seorang pria memakai masker saat akan membeli es krim di Saudi Arabia, Ahad (28/6). Kasus COVID-19 di dunia mencatatkan angka tertinggi dalam 24 jam terakhir pada Ahad (28/6),  dengan jumlah lebih dari 10 juta kasus positif dan 500.000 kematian.(AP Photo/Amr Nabil)

Seorang pria memakai masker saat akan membeli es krim di Saudi Arabia, Ahad (28/6). Kasus COVID-19 di dunia mencatatkan angka tertinggi dalam 24 jam terakhir pada Ahad (28/6), dengan jumlah lebih dari 10 juta kasus positif dan 500.000 kematian.(AP Photo/Amr Nabil)

Foto: AP/Amr Nabil
Kasus Covid-19 di Arab Saudi meningkat tajam

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Belasan diplomat Amerika Serikat (AS) dan keluarga mereka meninggal Arab Saudi. Hal itu dilakukan setelah jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu meningkat tajam.

Baca Juga

Dilansir dari Sputnik, Ahad (5/7) surat kabar AS, Wall Street Journal (WSJ) melaporkan pekan lalu Departemen Luar Negeri AS mengizinkan personel diplomatik non-esensial untuk meninggalkan Arab Saudi. WSJ menambahkan dalam beberapa pekan terakhir diperkirakan semakin banyak diplomat yang akan meninggalkan negara itu.

Menurut pemerintah AS setidaknya ada 30 karyawan di Kedutaan Besar AS di Riyadh, yang sebagian besar bukan warga AS terinfeksi virus corona, walau sejak bulan Maret lalu mereka sudah bekerja dari rumah. Pada Juni, sopir kedutaan meninggal dunia karena virus corona. WJS melaporkan anggota keluarga salah satu diplomat ditolak masuk ke unit gawat darurat di salah satu rumah sakit di Riyadh sehingga kedutaan harus melakukan intervensi.

Setelah berkomunikasi dengan Departemen Luar Negeri pada bulan lalu Komite bidang Luar Negeri House of Representative AS mengungkapkan keprihatinan tentang cara pihak berwenang Arab Saudi menanggulangi pandemi virus corona.  WSJ melaporkan sejumlah diplomat AS juga khawatir pemerintah Arab Saudi menyembunyikan data wabah yang sebenarnya dan meremehkan jumlah kasus infeksi Covid-19.

Sebelumnya dilaporkan jumlah kasus positif virus corona di Arab Saudi tembus 200 ribu kasus walaupun jumlah kasus baru belum turun. Namun sejak bulan Mei lalu negara itu mulai perlahan-lahan melonggarkan kebijakan karantina nasional. Mereka kembali mengizinkan warga untuk bergerak antara antarprovinsi dan penerbangan domestik beroperasi. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA