Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Monday, 20 Zulhijjah 1441 / 10 August 2020

Thai Boxing Kembali Digelar tanpa Penonton

Ahad 05 Jul 2020 07:25 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Nora Azizah

Pertandingan Thai Boxing sempat terhenti tiga bulan akibat Covid-19 (Foto: ilustrasi pertandingan Thai Boxing)

Pertandingan Thai Boxing sempat terhenti tiga bulan akibat Covid-19 (Foto: ilustrasi pertandingan Thai Boxing)

Foto: Wikimedia
Pertandingan Thai Boxing sempat terhenti tiga bulan akibat Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Setelah terhenti lebih dari tiga bulan, pertandingan Thai Boxing kembali digelar tanpa penonton pada hari Sabtu (4/7). Pasalnya, negara Gajah Putih itu telah melonggarkan lockdown akibat virus Covid-19.

Para pemimpin olahraga memuji kembalinya ke ring setelah penutupan, yang membuat ratusan petinju dan wasit tidak bekerja. Mereka berharap penonton akan diizinkan untuk menghadiri pertandingan lagi segera.

"Saya sangat senang dan bersemangat untuk kembali ke ring, tapi saya merasa agak aneh. Saya sudah terbiasa dengan suara orang banyak yang bersorak-sorai, tetapi tidak ada penonton,” kata Khathawut Tumthong, petinju berusia 21 tahun.

Pemerintah Thailand telah melonggarkan sebagian besar pembatasan untuk mencoba menghidupkan kembali ekonomi yang sangat terpukul oleh pandemi, dengan kompetisi olahraga di antara kegiatan terbaru untuk dilanjutkan. Tidak ada transmisi virus lokal yang dilaporkan selama 40 hari.

Namun, pihak berwenang belum mengeluarkan aturan tentang kapan dan bagaimana audiensi akan diizinkan di tempat-tempat olahraga. Pada bulan Maret, lonjakan kasus virus dikaitkan dengan pertandingan tinju di Bangkok.

"Hari ini adalah awal yang baik untuk industri tinju," kata Viboon Jampa-nguern, kepala komite tinju Thailand, dilansir dari laman Reuters, Ahad (5/7).

"Boxer dalam bahaya, mereka tidak memiliki pekerjaan alternatif. Hal yang sama berlaku bagi mereka yang bekerja sebagai wasit tinju, mereka tidak memiliki pekerjaan kedua untuk mendukung mereka," sambungnya lagi.

Menurut perkiraan Bank Sentral, Ekonomi yang didorong oleh pariwisata Thailand dapat berkontraksi dengan rekor 8,1 persen tahun ini, dengan jumlah wisatawan asing diperkirakan akan turun 80 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA