Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

Tuesday, 21 Zulhijjah 1441 / 11 August 2020

Supermarket Inggris Mulai Boikot Produk Kelapa Thailand

Jumat 03 Jul 2020 23:55 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nora Azizah

Supermarket Inggris boikot produk Thailand yang gunakan monyet sebagai pekerja (Foto: ilustrasi supermarket Waitrose Inggris)

Supermarket Inggris boikot produk Thailand yang gunakan monyet sebagai pekerja (Foto: ilustrasi supermarket Waitrose Inggris)

Foto: Flickr
Supermarket Inggris boikot produk Thailand yang gunakan monyet sebagai pekerja.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sejumlah supermarket di Inggris menarik kembali produk air kelapa, santan, dan minyak asal Thailand. Penarikan dilakukan setelah mengetahui produk-produk itu dibuat dengan buah yang dipetik oleh monyet.

Menurut People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), monyet-monyet itu diambil dari alam liar dan dilatih untuk mengambil hingga 1.000 kelapa sehari. Kelompok yang melinduni satwa itu mengatakan, kera ekor kuda di Thailand diperlakukan seperti mesin pemetik kelapa.

Menanggapi hal ini, supermarket-supermarket di Inggris, seperti Waitrose, Ocado, Co-op, dan Boots bersumpah untuksepakat berhenti menjual beberapa produk asal Thailand tersebut. Melansir di BBC, Jumat (3/7), supermarket Waitrose mengatakan, sudah mengeluarkan produk yang terbuat dari kelapa yang dipetik monyet dari raknya.

"Sebagai bagian dari kebijakan kesejahteraan hewan, kami telah berkomitmen untuk tidak pernah menjual produk apa pun yang bersumber dari tenaga kerja monyet," tulis supermarket Waitrose dalam sebuah pernyataan

PETA mengatakan, telah menemukan delapan pertanian di Thailand, di mana monyet dipaksa untuk mengambil kelapa untuk diekspor di seluruh dunia. Monyet jantan mampu mengambil hingga 1.000 kelapa sehari. Hal ini tentu berbanding jauh karena manusia hanya mampu mengambil sekitar 80.

PETA menemukan adanya 'sekolah monyet', di mana hewan dilatih untuk memetik buah, serta naik sepeda atau bermain basket untuk hiburan wisatawan. Hewan-hewan ditangkap secara ilegal ketika masih bayi. Menurut PETA, monyet dirantai ke ban bekas atau dikurung di kandang yang nyaris tidak cukup besar bagi mereka untuk bergerak.

Dalam satu kasus, PETA juga mendapat informasi bahwa gigi taring monyet akan dicabut jika mereka mencoba menggigit pawang mereka. PETA menyerukan kepada manusia untuk tidak mendukung penggunaan tenaga kerja kera dengan menghindari produk kelapa dari Thailand.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA