Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Ormas Islam Sumut Gelar Aksi Tolak RUU HIP

Jumat 03 Jul 2020 19:28 WIB

Red: Bayu Hermawan

Demo tolak RUU HIP

Demo tolak RUU HIP

Foto: ANTARA/SEPTIANDA PERDANA
Ormas Islam di Sumut gelar demo tolak RUU HIP di DPRD Provinsi Sumut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah ormas di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), menggelar aksi demo penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Kantor DPRD Provinsi Sumut, Jumat (3/7). Sekitar ribuan orang yang ikut dalam aksi tersebut, sebelumnya berkumpul di Masjid Raya Al Mashun.

Baca Juga

Sejumlah ormas yang ikut dalam aksi demo ini, antara lain Front Pembela Islam (FPI), Forum Ulama Islam (FUI), Majelis Mujahidin Indonesia, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), Garuda Muda Indonesia, Pemuda Muhammadiyah, dan Pemuda Pancasila.

Massa aksi yang berjumlah sekitar ribuan orang ini mulai berkumpul sejak Jumat siang di Masjid Raya Al Mashun Medan, kemudian konvoi menuju Kantor DPRD Provinsi Sumut sambil membawa bendera ormas serta spanduk bertuliskan penolakan RRU HIP. Setibanya di depan Kantor DPRD Provinsi Sumut sekitar pukul 15.00 WIB, massa aksi langsung membentuk barisan tepat di depan gerbang sembari mengumandangkan takbir.

"Sumatera Utara bersatu menolak rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila. Pancasila adalah harga mati, kami siap jihad melawan orang-orang yang mau mengubah kedudukan Pancasila di bawah undangan-undang," kata seorang orator di atas mobil komando. Hingga Jumat sore, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan pengawasan oleh pihak kepolisian. 

Namun, sayangnya massa aksi tidak menghiraukan protokol kesehatan, seperti physical distancing atau jaga jarak.Bahkan, ada beberapa di antaranya tidak mengenakan masker. Massa aksi tetap berkumpul sambil meneriakkan penolakan mereka.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA