Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

PM Australia Tanggapi Ketegangan Hubungan dengan China

Kamis 11 Jun 2020 11:00 WIB

Rep: Lintar Satria/Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

 Perdana Menteri Australia Scott Morrison

Perdana Menteri Australia Scott Morrison

Foto: EPA-EFE/Peter Rae
Hubungan Australia dan China menegang di tengah desakan investigasi asal mula corona.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengatakan tidak akan merasa terintimidasi atau menyerah pada paksaan dari China, Kamis (11/6). Hubungan kedua negara meregang di tengah desakan Australia menginginkan investiga asal-usul pandemi virus corona.

Marrison mengatakan ia tidak akan terintimidasi saat ditanya tentang apakah Australia tetap menerima pukulan ekspor dari mitra dagang terbesar mereka itu.

"Kami negara perdagangan terbuka, kawan, tapi saya tidak akan memperdagangkan nilai-nilai kami untuk merespons koersi dari mana pun itu," kata Morrison kepada stasiun radio 2GB, Kamis (11/6).

Baca Juga

Hubungan diplomatik Australia-China menegang setelah Negeri Kanguru mendesak penyelidikan independen tentang asal mula dan penyebaran virus corona. Dengan lobi Australia dan Eropa Sidang Kesehatan Dunia yang digelar bulan lalu mendukung penyelidikan tersebut.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan China meminta mahasiswa untuk mempertimbangkan tidak belajar di Australia. Pernyataan itu mengancam sektor pendidikan internasional senilai 26 miliar dolar AS yang menjadi ekspor terbesar keempat Australia.

Beberapa pekan lalu, China melarang ekspor daging sapi dan memberlakukan tarif impor pada jelai Australia. Sebelumnya Beijing juga meminta warga China untuk tidak mengunjungi Australia dengan alasan rasialisme terhadap warga Asia selama pandemi virus corona.

"Itu sampah, ini pernyataan konyol dan kami tolak, tidak ada pernyataan semacam itu dari pemimpin China," kata Morrison dalam wawancara terpisah dengan 3AW.

Juru bicara Departemen Perdagangan dan Luar Negeri Australia mengatakan mereka sudah mengajukan protes ke Kementerian Luar Negeri China dan Kedutaan Besar mereka di Canberra tentang peringatan wisatawan dan mahasiswa untuk datang ke Australia. Dalam pernyataan tersebut disebutkan pemerintah Australia menolak anggapan tidak aman untuk mengunjungi Australia.  

"Australia menyediakan produk pendidikan dan pariwisata terbaik di dunia, kemampuan warga negara China untuk dapat memilih datang ke Australia (telah) menjadi keputusan substansial mereka, dan saya sangat yakin dengan daya tarik produk kami," kata Morrison di 2GB. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA