Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Sunday, 14 Zulqaidah 1441 / 05 July 2020

Barnes: Salah dan Mane Bisa Tinggalkan Liverpool

Ahad 31 May 2020 11:50 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Selebrasi Salah dan Mane pada laga Liverpool dan Sheffield United di Anfield Stadium, Liverpool, Jumat (3/1) dini hari.

Selebrasi Salah dan Mane pada laga Liverpool dan Sheffield United di Anfield Stadium, Liverpool, Jumat (3/1) dini hari.

Foto: Jon Super/AP Photo
Menurut Barnes, Liverpool membiarkan beberapa pemain top pergi selama bertahun-tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mohamed Salah dan Sadio Mane akan meninggalkan Liverpool jika mereka ditawari kesepakatan yang tidak bisa ditolak oleh manajemen klub. Pendapat ini disampaikan mantan bintangg Liverpool John Barnes. Menurut Barnes, Liverpool membiarkan beberapa pemain top pergi selama bertahun-tahun.

Baca Juga

Luis Suarez dan Philippe Coutinho sama-sama menuju Barcelona dalam biaya transfer besar sejak 2014. Tim asuhan Jurgen Klopp saat ini memiliki beberapa bintang dunia, dua di antaranya berada di garis terdepan dan telah menarik perhatian dari beberapa raksasa Eropa.

Barnes telah memperingatkan orang-orang di Anfield bahwa Mane dan Salah bisa mencari jalan keluar jika uang yang berbicara dalam permainan modern. "Setiap klub adalah klub penjualan di sepakbola modern. Klub seperti Barcelona terpaksa menjual Neymar," kata Barnes kepada WION, dikutip dari Mirror, Ahad (31/5).

Menurut dia, yang menarik pesepak bola saat ini adalah gaji yang akan mereka dapatkan. Siapa pun pemainnya, kata Barnes, apakah Mane atau Salah, jika ditawari satu juta pound per pekan oleh klub mana pun, maka mereka akan siap bergabung dengan tim itu. Ini terlepas dari kualitas atau posisi mereka. 

"Itulah realitas sepak bola modern," kata Barnes.

Dia telah melihat begitu banyak pemain fantastis meninggalkan Liverpool, seperti Fernando Torres, Luis Suarez, Philippe Coutinho. Menurutnya sangat bagus Liverpool memiliki sedikit kekuatan saat ini karena keberhasilan di lapangan. Tetapi, kata dia, pada akhirnya pemain datang dan pergi.

"Saya selalu memberi tahu para penggemar untuk mendukung klub dan bukan para pemain. Seorang pemain tidak boleh dipaksa untuk tetap di klub atas kehendaknya sendiri, karena itu akan membuat pemain merasa lebih kuat dari klub dan karenanya itu akan membuatnya kurang bertanggung jawab atas penampilannya di lapangan," tuturnya.

Sisi baiknya, kata Barnes, situasi seperti itu tidak akan muncul di bawah Klopp. Sebab, pelatih Jerman ini dinilai memiliki kontrol atas para pemain dan klub. 

"Para pemain tahu bahwa mereka tidak bisa melampaui batas mereka dengan dia yang bertanggung jawab," jelas Barnes.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA