Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

FIFA: Sepak Bola Berbeda Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan

Sabtu 30 May 2020 08:35 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Israr Itah

FIFA

FIFA

Foto: EPA/STEFFEN SCHMIDT
FIFA merilis alat penilaian risiko untuk membantu 211 asosiasi dan 6 konfederasi.

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH -- Sebelum ditemukan vaksin Covid-19, Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) memperingatkan suasana olahraga ini akan sangat berbeda. Banyak pedoman yang harus diikuti. Badan pengurus FIFA telah merilis alat penilaian risiko untuk membantu 211 asosiasi dan enam konfederasi. Tujuannya untuk menciptakan situasi aman saat sepak bola kembali bergulir. 

Baca Juga

Sejumlah liga di berbagai belahan dunia mulia menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Setelah penundaan dalam waktu yang lama, kompetisi-kompetisi tersebut ancang-ancang bergulir lagi. Bahkan Bundesliga, salah satu kompetisi terbesar dunia sudah dimulai kembali sejak pertengahan Mei lalu. 

Tentu saja pertandingan yang dimainkan tanpa dihadiri penonton. Semua yang terlibat mengikuti tes ketat, dan para staff serta pemain di pinggir lapangan tetap mengikuti protokol physical distancing. 

FIFA telah merilis dokumen tersebut bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Federasi Sepakbola Eropa (UEFA), Asosiasi Klub Eropa (EFA). Juga FIFPRO, Forum Liga Dunia, dan Liga Eropa. Seperti sudah disinggung di atas, dokumen ini berisi protokol dan persyaratan yang harus dipenuhi para pelaku sepakbola profesional di tengah pandemi. 

"Melindungi kesehatan dan kesejahtraan setiap individu secara global sangat penting bagi FIFA," demikian bunyi dari dokumen di atas, dikutip dari Irish Examiner, Sabtu (30/5). 

Oleh karenanya, ada langkah-langkah yang bisa diikuti. Semua orang perlu meningkatkan standar kebersihannya, menjaga jarak fisik. Kemudian menerapkan pola hidup sehat, makan teratur dan bergizi, serta menghindari perjalanan yang kurang penting. 

FIFA menegaskan perencanaan menuju kondisi sepakbola yang aman harus dimulai dari sekarang. Hal tersebut mengingat manfaat kesehatan, sosial, dan ekonomi dari permainan ini secara global. 

"Badan-badan yang mengatur sepakbola harus bersatu, berhati-hati dan menyusun metode tepat dalam mempersiapkan kembalinya kompetisi pasca pandemi. Sampai vaksin covid-19 dikembangkan, lingkungan dalam tim akan sangat berbeda," tambah laporan FIFA tersebut. 

Poin lanjutan, setiap individu yang menjadi bagian dati tim sepakbola atau pertandingan, bertanggung jawab mencegah penyebaran covid-19. Tujuan dari upaya ini menjaga kesehatan semua yang terlibat dalam kegiatan sepak bola baik di level profesional maupun amatir. Sehingga bisa melanjutkan berbagai aganda dengan aman. 

Badan-badan sepak bola juga harus terus berkoordinasi dengan otoritas kesehatan masyarakat. Selanjutnya bisa melakukan penilaian resiko yang komprehensif, untuk menentukan apakah pertandingan nyaman untuk dilanjutkan. 

Pada prinsipnya, saat sepak bola kembali dimulai, tidak boleh membahayakan kesehatan individu atau masyarakat. Keputusan harus berdasarkan informasi kesehatan yang objektif. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA