Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Saturday, 7 Syawwal 1441 / 30 May 2020

Palestina Tolak Bantuan UEA yang Dikirim via Bandara Israel

Kamis 21 May 2020 20:18 WIB

Red: Nur Aini

Iring-iringan truk membawa bantuan untuk Palestina, ilustrasi

Iring-iringan truk membawa bantuan untuk Palestina, ilustrasi

Foto: Dok Aman Palestin
Otoritas UAE disebut tidak berkoordinasi dengan Palestina sebelum kirim bantuan.

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT -- Pemerintah Palestina menolak untuk menerima bantuan yang dikirim dari negara Teluk Uni Emirat Arab (UEA). Hal itu berdasarkan laporan kantor berita Palestina, Kamis (21/5).

Baca Juga

Maan News Agency, yang dikenal dekat dengan Otoritas Palestina, mengatakan bahwa keputusan itu diambil saat bantuan datang melalui bandara Israel. Awal pekan ini, sebuah penerbangan Emirati yang membawa bantuan medis untuk Palestina mendarat di bandara Israel.

Bantuan tersebut datang meski negara Teluk itu tidak memiliki hubungan resmi dengan Tel Aviv.

"Otoritas UEA tidak berkoordinasi dengan Negara Palestina sebelum mengirim bantuan," kata sumber pemerintah Palestina yang menambahkan bahwa "Palestina menolak menjadi jembatan (untuk negara-negara Arab) yang berusaha memiliki hubungan normal dengan Israel."

Pihak berwenang Palestina menegaskan bantuan apa pun yang akan dikirim kepada rakyat Palestina harus dikoordinasikan dengan Otoritas Palestina terlebih dahulu.

"Mengirim bantuan langsung ke Israel merupakan penutup untuk normalisasi," kata mereka.

Tidak seperti Yordania dan Mesir, yang keduanya menandatangani perjanjian damai dengan Israel pada 1978 dan 1994, negara-negara Arab lainnya secara resmi menyangkal memiliki hubungan dengan Israel, yang selama beberapa dekade menduduki wilayah Palestina secara ilegal.

Berita ini diterbitkan di: https://www.aa.com.tr/id/dunia/palestina-tolak-bantuan-uea-yang-dikirim-via-bandara-israel/1849159

sumber : Anadolu Agency
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA