Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Thursday, 5 Syawwal 1441 / 28 May 2020

Seperti Apa Industri Perhotelan di AS Saat Pandemi?

Senin 18 May 2020 23:21 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Satya Festyiani

Presiden Erdogan:Turki akan normal dan hotel bisa dibuka

Presiden Erdogan:Turki akan normal dan hotel bisa dibuka

Foto: Anadolu Agency
Tamu diminta mematuhi kebijakan jarak sosial sejauh enam kaki.

REPUBLIKA.CO.ID, American Hotel & Lodging Association (AHLA) pekan lalu memperkenalkan Pedoman Menginap. Pedoman tersebut dikembangkan di bawah bimbingan dewan penasihat, seperti, Accor, Grup InterContinental Hotels, Marriot International, Omni Hotels & Resorts, dan Walt Disney. 

Baca Juga

 
Seperti apa industri perhotelan saat pandemi ini? Dilansir di CNBC, kemungkinan hotel akan mulai membersihkan tamu dan bawaannya sebelum meninggalkan bandara. Sandals Resorts mengidentifikasi 18 titik sentuh utama untuk pembersihan ekstra, dimulai dengan ruang tunggu bandara dan transfer kendaraan. Banyak hotel meningkatkan frekuensi transfer bandara untuk mengurangi jumlah penumpang di setiap kendaraan.


Jika Anda tiba dengan mobil sendiri, jangan anggap tim pelayan akan menunggu di depan lobi. Banyak hotel menangguhkan layanan itu, seperti Hotel Crescent Court di Dallas, Texas. Beberapa hotel tetap mempertahankan layanan itu dan mendesinfeksi kendaraan.


Kemudian, hotel tidak menyediakan porter. Maka bersiaplah membawa tas sendiri. Camelback Resort di Pegunungan Pocono Pennsylvania menghentikan layanan belnya. Para tamu dapat menggunakan kereta dorongan sendiri yang sudah dibersihkan pihak hotel. Pegawai hotelnya juga tidak membuka pintu mobil atau taksi pada saat kedatangan.


Jangan khawatir melakukan pemeriksaan kesehatan di depan pintu hotel. Hal itu yang dilakukan Camelback. Resor itu dijadwalkan buka kembali pada 11 Juni. Pengelola akan meminta para tamu menggunakan pembersih tangan, memakai masker, dan mematuhi kebijakan jarak sosial sejauh enam kaki. Hotel tidak lagi memberikan minuman selamat datang, sebagai gantinya tamu diberikan APD (alat pelindung diri).


Di dalam lobi, Anda mungkin menemukan hotel favorit Anda terlihat berbeda. Estetika kursi ditata sedemikian rupa untuk mempertahankan anjuran jarak sosial, ada beberapa tempat sanitasi tangan setiap 50 hingga 100 kaki, dan beberapa furnitur hilang untuk mencegah berkumpul.

Untuk check-in, ada kemungkinan hotel mengatur tamu tidak berkumpul di meja depan. Hotel-hotel, seperti The Wayfinder Hotel di Newport, Rhode Island, menawarkan check-in luar, dan beralih ke kunci digital yang memungkinkan tamu check-in dan out (dan membayar tagihan Anda) melalui ponselnya. Hal itu untuk menghindari antrian dengan tamu lain, dan berinteraksi dengan staf meja depan.


Hilton memperkenalkan check-in dan check-out tanpa kontak di lebih dari 4.700 hotel di seluruh dunia, termasuk Waldorf Astoria dan Conrad Hotels & Resorts.


Staf meja depan masih ada di belakang partisi plexiglass dengan mengenakan perlengkapan baru untuk pakaiannya.


Beberapa bagian akan selalu dibersihkan sepanjang waktu, seperti tombol lift, kamar mandi umum, mesin penjual otomatis, ATM, pegangan tangan, dan area tempat duduk. Staf tidak lagi mengantar Anda ke kamar atau berkeliling hotel. 
 
Kemudian, lift hanya terbatas pada beberapa orang. Yang terakhir, hotel akan membatasi tingkat hunian, seperti hotel Relais & Chateaux Eden Roc Cap Cana di Republik Dominika akan beroperasi pada kapasitas maksimum 30 persen, hotel Rocco Forte Hotels membatasi jumlah tamu per lantai.

“Hotel akan memiliki lebih banyak staf pembersihan visual dan stasiun sanitasi,” kata asisten profesor di Sekolah Manajemen Perhotelan, Olahraga dan Rekreasi Hart di Universitas James Madison, Tony Kim.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA