Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Gaji Pejabat Pemerintah Selandia Baru Dipotong 20 Persen

Rabu 15 Apr 2020 14:19 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern  mengatakan gajinya dan pejabat lain dipotong 20 persen. Ilustrasi.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan gajinya dan pejabat lain dipotong 20 persen. Ilustrasi.

Foto: EPA-EFE/Boris Jancic
PM Selandia Baru mengatakan gajinya dan pejabat lain dipotong 20 persen

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON -- Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan gajinya dan gaji pejabat pemerintahannya dipotong 20 persen selama enam bulan ke depan. Pemotongan gaji menteri-menteri dan pejabat pelayan masyarakat ini disesuaikan dengan dampak ekonomi pandemi virus corona.

"Di sinilah kami dapat mengambil tindakan dan mengapa kami melakukannya," kata Ardern dalam konferensi pers, Rabu (15/4).

Baca Juga

Ia mengatakan keputusan ini diambil berdasarkan tantangan ekonomi yang akan dihadapi Selandia Baru dalam beberapa bulan mendatang. Dampak ekonomi pandemi Covid-19 mengguncang banyak negara.

Media massa Inggris The Guardian melaporkan berdasarkan model terbaru yang dibuat oleh Kementerian Keuangan Selandia Baru, dampak ekonomi pandemi Covid-19 di negara itu cukup mengerikan. Pada tahun depan diperkirakan angka pengangguran naik 13 persen bahkan apabila upaya menahan penyebaran virus dan karantina wilayah yang sudah berlangsung selama empat pekan dilonggarkan.

Jika Selandia Baru tetap menerapkan karantina wilayah selama enam bulan ke depan, diprediksi angka pengangguran menjadi 26 persen dan produk domestik bruto (PDB) turun 23 persen. Dalam laporan itu disebutkan dengan paket stimulus yang lebih besar dari 20 miliar dolar NZ yang sudah dijanjikan pemerintah bisa menekan angka pengangguran hingga 8,5 persen sebelum akhirnya dapat turun hingga 5,5 persen pada Juni 2021.

Kementerian Keuangan Selandia Baru membuat tujuh skenario. Mereka memprediksi angka pengangguran Juni tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan krisis finansial pada tahun 2008 yang mencapai 6,7 persen. Angka pengangguran di Selandia Baru saat ini hanya di atas empat persen.

"Model-model ini harusnya tidak menjadi pedoman pemerintah dalam memikirkan atau mengambil keputusan dalam mengubah level kewaspadaan," kata Menteri Keuangan Selandia Baru Grant Robertson seperti dikutip the Guardian.

Di hadapan komite parlemen yang mengawasi respons pandemi corona, Robertson mengatakan angka pengangguran dapat ditekan di bawah 10 persen. Lalu dengan investasi yang solid dari pemerintah dapat dikurangi hingga level yang sama dengan beberapa tahun terakhir.

Sekretaris dan Chief Executive Kementerian Keuangan Selandia Baru Caralee McLiesh mengatakan perekonomian Selandia Baru dapat kembali normal seperti sebelum pandemi pada 2024. Ia membuat model yang memprediksi PDB Selandia Baru dapat turun antara 0,5 persen hingga 23,5 persen tergantung strategi yang diambil pemerintah dan pertumbuhan ekonomi global.  

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA