Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Negosiasi Alot Pemangkasan Gaji Pemain Real Madrid

Kamis 09 Apr 2020 15:11 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Israr Itah

Kapten Real Madrid, Sergio Ramos membujuk para pemain Los Blancos untuk menyetujui usulan pemotongan gaji.

Kapten Real Madrid, Sergio Ramos membujuk para pemain Los Blancos untuk menyetujui usulan pemotongan gaji.

Foto: EPA-EFE/JESUS DIGES
Madrid memangkas gaji pemain dan pelatih pada musim ini sebesar 10 sampai 20 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Real Madrid akhirnya mengikuti langkah Barcelona dan Atletico Madrid untuk memangkas gaji pemain dan pelatih pada musim ini sebesar 10 sampai 20 persen. Tidak hanya untuk membantu menghindarkan klub dari potensi kerugian yang lebih besar, pemangkasan gaji ini dinilai sebagai bentuk solidaritas terhadap pegawai non olahraga, yang dianggap paling terkena dampak akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga

Penundaan kompetisi dan terhentinya aktivitas komersial lantaran merebaknya penyebaran virus Covid-19 membuat klub berpotensi kehilangan pemasukan. Alhasil, demi menekan kerugian di neraca keuangan, klub-klub kerap mengambil langkah dengan merumahkan pegawai-pegawai non olahraga.

Namun, kebijakan ini tetap melewati proses yang panjang. Butuh waktu lima hari buat manajemen dan para pemain serta staf pelatih Los Blancos untuk menemukan kata sepakat soal pemangkasan gaji pada musim ini.

Seperti dilansir Marca, inisiatif pemangkasan gaji ini pertama kali diusulkan Direktur Umum Real Madrid Jose Angel Sanchez pada Jumat (3/4) pekan lalu. Pemangkasan gaji akan difokuskan pada pegawai-pegawai olahraga Real Madrid, termasuk pemain dan staff pelatih.

Setelah dikalkulasi, Madrid harus bisa menghemat 100 juta euro apabila kompetisi musim ini dihentikan, dan sekitar 50 juta euro apabila musim ini kembali dilanjutkan. Akhirnya pada Senin (6/4) waktu setempat, manajemen Madrid memutuskan untuk melakukan pemangkasan gaji pemain dan pelatih pada tahun ini.

Sanchez melaporkan rencana ini kepada Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dan kapten tim utama Madrid, Sergio Ramos. Rencana ini sudah termasuk besaran pemangkasan gaji, yaitu mencapai 10 persen apabila kompetisi dilanjutkan dan 20 persen jika kompetisi musim ini dihentikan.

Pada saat rencana ini pertama kali disampaikan ke para penggawa Los Blancos, kabarnya ada sedikit penolakan, terutama dalam besaran pemotongan gaji. Ada yang menilai besaran pemotongan gaji tersebut terlalu besar.

"Namun, Ramos yang didukung sejumlah pemain kunci Madrid, seperti Karim Benzema, Luka Modric, Thibaut Courtois, Lucas Vazquez, dan Fede Valverde, serta pelatih Zinedine Zidane, membujuk seluruh anggota tim untuk menerima rencana tersebut sepenuhnya," tulis laporan Marca, Rabu (8/4) waktu setempat.

Akhirnya, sejak pertama kali diusulkan pada Jumat (3/4) pekan lalu, Real Madrid mengumumkan secara resmi kesepakatan pemangkasan gaji pemain dan pelatih pada Rabu waktu setempat. Dengan langkah ini, Real Madrid diharapkan bisa menjadi contoh buat klub-klub lain untuk bisa menunjukan solidaritas di tengah periode krisis akibat pandemi Covid-19.

"Apalagi, Madrid merupakan salah satu institusi olahraga terbesar dan dihormati di Spanyol. Tidak hanya itu, para pemain diharapkan bisa memberikan kontribusi dan bantuan di periode krisis ini," lanjut laporan Marca.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA