Selasa 07 Apr 2020 07:11 WIB

Pasokan LPG 3 Kilogram di Garut Ditambah 50 Persen

Penambahan pasokan LPG 3 kilogram di Garut bersifat situasional.

Rep: Bayu Adji/ Red: Muhammad Hafil
Pasokan LPG 3 Kilogram di Garut Ditambah 50 Persen. Foto: Proses sterilisasi tabung LPG yang dilakukan petugas Pertamina, di salah satu Stasiun Pusat Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE).  Guna melindungi konsumen dari wabah Corona, Pertamina melakukan sterilisasi tabung LPG sebelum sampai atau diterima konsumen.
Foto: dok.pertamina mor iv
Pasokan LPG 3 Kilogram di Garut Ditambah 50 Persen. Foto: Proses sterilisasi tabung LPG yang dilakukan petugas Pertamina, di salah satu Stasiun Pusat Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE).  Guna melindungi konsumen dari wabah Corona, Pertamina melakukan sterilisasi tabung LPG sebelum sampai atau diterima konsumen.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT --  PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III menambah pasokan LPG subsidi 3 kilogram (kg) di wilayah Kabupaten Garut mencapai 50 persen. Pasokan fakultatif atau penambahan alokasi ini bersifat situasional, menyusul imbauan pemerintah agar warga tetap di rumah selama mengatasi pandami Covid-19.

Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III, Dewi Sri Utami mengatakan, langkah itu diambil untuk merespon kedatangan gelombang pemudik yang baru diumumkan oleh Pemerintah Kabupaten Garut pada akhir Maret 2020 lalu. Ia memperkirakan akan ada peningkatan kebutuhan LPG karena sebagian besar masyarakat akan berada di rumah, sehingga aktivitas memasak juga bertambah.

Baca Juga

"Melihat situasi tersebut, kami melakukan penambahan pasokan LPG subsidi untuk mempermudah masyarakat,” kata dia dalam keterangan resminya, Senin (6/4).

Dewi menjelaskan, pada kondisi normal, rata-rata penyaluran LPG 3 kg di Kabupaten Garut mencapai hampir 50 ribu tabung per hari. Dengan adanya fakultatif, total penambahan LPG 3 kg di Kabupaten Garut mencapai hampir 32 ribu tabung.

Ia menambahkan, beberapa wilayah juga telah memberlakukan isolasi daerah, sehingga pergerakan masyarakat lebih terbatas. Akibatnya, terdapat kenaikan kebutuhan di sektor rumah tangga karena LPG 3 kg digunakan untuk memasak.

"Namun di sisi lain, kebutuhan LPG subsidi untuk warung-warung usaha mikro menurun karena masyarakat telah memasak di rumah. Untuk mengantisipasi hal ini, Pertamina memastikan suplai LPG ke agen maupun pangkalan LPG tetap berjalan lancar dan dapat memenuhi kebutuhan warga,” kata dia.

Dewi menegaskan, masyarakat yang berhak dapat membeli LPG subsidi dengan mudah di pangkalan LPG resmi Pertamina. Terdapat total 1.048 pangkalan dan 35 agen LPG subsidi resmi Pertamina di wilayah Kabupaten Garut yang tersebar hingga seluruh desa. Dengan membeli di pangkalan resmi Pertamina, masyarakat akan memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) berdasar SK Bupati, yaitu Rp 16.000 per tabung.

Ia mengingatkan, LPG 3 kg merupakan LPG subsidi yang peruntukannya diatur dalam Peraturan Presiden No. 104/2007 dan Peraturan Menteri ESDM No. 21/2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga. Pada aturan tersebut, tertuang jelas bahwa alokasinya hanya ditujukan bagi rumah tangga pra sejahtera, yakni yang memiliki penghasilan di bawah Rp 1,5 juta per bulan, serta kegiatan usaha kecil dan mikro.

Dewi juga mendorong agar masyarakat sejahtera menggunakan LPG nonsubsidi, seperti LPG 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Untuk informasi produk dan layanan, dapat menghubungi Pertamina Call Center 135

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement