Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Islam

Kitab Suci ILT Bernalar Yunani.

Selasa 07 Apr 2020 07:07 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Belajar tafsir dengan mencari arti kata

Belajar tafsir dengan mencari arti kata

Foto: Menachem Ali
Akurasi Terjemahan Kitab Suci: Kitab Suci ILT Bernalar Yunani

REPUBLIKA.CO.ID -- Oleh: Menachem Ali, Dosen Philologi Universitas Airlangga dan Visiting Lecturer di Universite Mohmmaed V, Rabat

Kitab suci versi ILT (Indonesian Literal Translation) diterbitkan oleh Yayasan Lentera Bangsa, Jakarta - Indonesia, terbit pertama kali pada tahun 2006 M. Kini, Kitab Suci versi ILT telah mendapatkan "pasar pembaca" di Indonesia secara masif, terutama di kalangan Kristen Messianik yang sangat pro-budaya Israel. Dengan kata lain, Terjemahan Kitab Suci versi ILT ini memang dipopulerkan dan digunakan oleh komunitas kekristenan yang khas berorientasi budaya Ibrani. Sebagian besar, mereka faktanya sangat anti-budaya Arab.

Terjemahan Kitab Suci versi ILT berbahasa Indonesia ini secara historis sebenarnya berakar pada terjemahan Prof. Jay P. Green, yang naskahnya berasal dari manuskrip versi Yunani. Prof. Jay P. Green kemudian mengerjakannya dan menerjemahkannya dalam bahasa Inggris, terbit pertama kali pada tahun 1975 M.

Dengan demikian, Kitab Suci versi ILT esensinya tidak jauh berbeda dengan Alkitab LAI - yang sebenarnya merupakan terjemahan dari terjemahan. Alkitab terbitan "Lembaga Alkitab Indonesia" (LAI) awalnya memang mengacu pada "Bible" berbahasa Belanda. Sebaliknya, Kitab Suci terbitan "Indonesian Literal Translation" (ILT) mengacu pada "Bible" berbahasa Inggris, karya Prof. Jay P. Green. Dengan kata lain, keduanya sebenarnya berorientasi Barat, yang berakar pada tradisi intelektual Yunani.

Terjemahan Kitab Suci versi ILT yang masyhur di kalangan Kristen Messianik, kini memang ada persoalan teologis dan kultural yang perlu dikritisi secara akademik. Ada hal yang paradoks, terutama terkait penggunaan istilah khas Ibrani dan khas kultur Semitik yang tidak konsisten, yang berada di "persimpangan jalan."

Pertama, jika istilah Elohim dalam Alkitab bahasa asli Ibrani mengarah kepada nama YAHWEH, maka dalam Kitab Suci ILT ternyata penggunaan istilah tersebut tidak diterjemahkan. Penerjemah justru menulis istilah Elohim apa adanya. Sebaliknya, jika istilah Elohim ditujukan pada Tuhan sebagai sesembahan orang-orang kafir, maka istilah Elohim tidak ditulis apa adanya sebagai Elohim. Namun, istilah tersebut justru diterjemahkan sebagai Ilah atau Ilah-ilah.

Ada beberapa contoh dari sekian banyak contoh teks yang termaktub dalam Alkitab versi ILT. Komunitas Messianik ini faktanya menterjemahkan istilah Elohim kepada Tuhan atau sesembahan asing menjadi Ilah asing atau Ilah-ilah asing. Misalnya, Ulangan 31: 16, Ulangan 32:12, 16, Yosua 24: 20, 23, Hakim-hakim 10: 16, I Samuel 7: 3, I Raja- raja 11: 8. Istilah Elohim dalam kitab תנך (Tanakh) atau yang biasa disebut kitab Perjajian Lama (PL), sebenarnya merupakan istilah yang bersifat netral, yang tidak bermuatan teologis eksklusif. Apapun sesembahan - bisa saja disebut elohim atau Elohim.

Dan, istilah ini tentu saja tidak bersifat ideologis. Dengan kata lain, istilah Elohim bukanlah istilah eksklusif yang hanya bisa dialamatkan kepada YAHWEH saja. Artinya, istilah Elohim itu juga bisa dialamatkan kepada sesembahan yang lain. Dalam konteks ini, istilah Elohim itu secara teologis sebenarnya bersifat inklusif.