Harga Makanan Naik Jelang Ramadhan di Bradford

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah

 Senin 06 Apr 2020 14:46 WIB

Harga Makanan Naik Jelang Ramadhan di Bradford. Foto: iffco.com Harga Makanan Naik Jelang Ramadhan di Bradford.

Seekor ayam di Bradford dihargai Rp 1,2 juta.

REPUBLIKA.CO.ID, BRADFORD -- Harga bahan pokok dikhawatirkan akan mengalami kenaikan menjelang bulan suci Ramadhan di Bradford, Inggris. Pada bulan lalu saat mulai terjadi krisis pandemi Covid-19, sejumlah supermarket dituduh menaikkan harga barang kebutuhan sehari-hari, di tengah keributan dari para pelanggan.

Anggota dewan Partai Buruh Bradford, Moor Mohammed Shafiq mengungkapkan kekecewaannya atas kenaikan harga dari para peritel. "Ketika kita melewati masa yang paling sulit, dipengaruhi oleh krisis saat ini yang dihadapi bangsa kita, sungguh menyedihkan mengetahui bahwa beberapa pebisnis mengambil keuntungan dari masa-masa sulit seperti itu dan mereka telah menaikkan harga mereka secara substansial," kata Shafiq dilansir dari laman Telegraph and Argus, Senin (6/4). 

Sebelumnya gambar cabai hijau dengan label harga terlalu tinggi muncul di media sosial. Seorang wanita melaporkan dirinya dikenakan 9,50 pound (Rp 191 ribu) untuk tisu toilet.

Sementara orang-orang yang lainnya, dikenai biaya 15,99 pound (Rp 321 ribu) untuk paprika hijau dan delapan pound (Rp 161 ribu) untuk gula. Harga daging halal juga dilaporkan naik di beberapa toko.

"Ketika keluarga di lingkungan saya sudah tinggal di salah satu daerah yang paling miskin dan pada saat pendapatan tetap sama, tetapi pengeluaran meningkat karena pebisnis yang egois menaikkan harga, saya khawatir akan ada beberapa anak dan keluarga  yang mungkin tidak mendapatkan makanan karena kenaikan harga," ucap Shafiq.

Dia dan rekannya sesama anggota dewan untuk daerah tersebut, Zafar Iqbal, mengunjungi sejumlah peritel untuk menyampaikan keprihatinan ini. "Saya telah berbicara dengan sejumlah konstituen tentang ini, tentang kenaikan harga secara drastis. Saya sudah bicara dengan pebisnis lokal tentang ini," kata dia.

"Ada satu laporan tentang seekor ayam seharga 10 pound (Rp 201 ribu) yang dijual seharga 60 pound (Rp 1,2 juta). Beberapa pebisnis telah egois dan serakah dalam apa yang kita semua lalui saat ini," ujarnya.

Ia menyatakan akan mendorong para pebisnis tidak mendahulukan keuntungan dari masyarakat. Shafiq dan rekan-rekannya akan mengambil sikap atas penyalahgunaan yang terjadi saat krisis.

Peritel menyatakan kenaikan harga disebabkan pada rantai pasokan dan kepanikan pembelian. Kanapeena Supermarket mengatakan kekurangan pasokan barang-barang penting, hal ini memaksa mereka untuk menaikkan harga, karena produsen berjuang untuk mengikuti permintaan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X