Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Friday, 6 Syawwal 1441 / 29 May 2020

Dewan Ulama Pakistan Haramkan Penimbunan Makanan Pokok

Rabu 01 Apr 2020 10:03 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Ani Nursalikah

Dewan Ulama Pakistan Haramkan Penimbunan Makanan Pokok

Dewan Ulama Pakistan Haramkan Penimbunan Makanan Pokok

Foto: Thoudy Badai
Menimbun barang menyulitkan hidup orang lain.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Dewan Ulama Pakistan (PUC) mengeluarkan fatwa menentang penimbunan barang-barang makanan pokok dan mencari untung. Mereka mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang dinyatakan bersalah atas pelanggaran tersebut karena beberapa kota di negara itu melakukan lockdown (karantina wilayah) karena khawatir virus corona, Senin (30/3).

Dilansir di The News, Selasa (31/3), Dewan mengatakan mencari dan menimbun bahan makanan pokok adalah haram (tidak diizinkan) dalam Islam. PUC mengatakan dalam keadaan saat ini, menimbun barang-barang kebutuhan pokok membuat hidup menjadi sulit bagi orang-orang dan dilarang menurut syariah.

PUC meminta para pedagang memastikan makanan pokok tersedia untuk orang-orang dan mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap para penimbun dan pencatut.

"Kami meminta pemerintah menyita barang-barang yang ditimbun dan memberikannya kepada orang-orang. Pada saat masyarakat membutuhkan belas kasihan Allah, tindakan seperti itu hanya akan mengundang murka-Nya," ujar PUC dalam pernyataannya.

PUC meminta pemerintah menindak para pelaku malpraktik dan memberikan mereka hukuman. Fatwa tersebut muncul pada saat virus corona telah menyebabkan penutupan di hampir semua kota di negara itu dan memicu kekhawatiran pasokan bahan makanan pokok akan terganggu.

Perdana Menteri Imran, dalam pidatonya kepada negara itu, memperingatkan para penimbun dan pencatut negara akan memberikan mereka hukuman jika mereka tidak berhenti melakukan pelanggaran.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA