Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Kematian Akibat Corona di New York Hampir Samai Korban 9/11

Sabtu 04 Apr 2020 16:19 WIB

Red: Nur Aini

Sebuah tanda lalu lintas yang menunjukan jalan buntu di depan deretan gedung kota New York terlihat dari Brooklyn, New York, Amerika Serikat, Selasa (31/3). Kota New York merupakan pusat penyebaran virus Corona di Amerika Serikat

Sebuah tanda lalu lintas yang menunjukan jalan buntu di depan deretan gedung kota New York terlihat dari Brooklyn, New York, Amerika Serikat, Selasa (31/3). Kota New York merupakan pusat penyebaran virus Corona di Amerika Serikat

Foto: EPA
Kota New York mencatat kematian lebih dari 500 orang karena corona dalam sehari.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Negara bagian New York bersiap menghadapi peningkatan kasus baru Covid-19 pekan depan setelah mencatat lebih dari 500 kematian dalam satu hari. Angka itu menjadikan total kematian di negara bagian itu hampir 3.000, atau hampir sama dengan korban tewas dalam serangan 11 September 2001 atau 9/11 di Amerika Serikat.

Baca Juga

Wali Kota Bill de Blasio mengatakan New York City, yang menjadi pusat pandemi, hanya memiliki waktu beberapa hari untuk mempersiapkan diri menghadapi wabah corona yang terburuk. New York telah menyumbang lebih dari seperempat kematian terkait virus corona di AS. Dia memohon bantuan pemerintah federal untuk mengakhiri kekurangan staf medis dan ventilator.

"Saya pikir entah bagaimana di Washington, ada asumsi (bahwa) ada beberapa pekan untuk bersiap," kata de Blasio pada MSNBC. "Tidak ada pekan lagi. Sekarang sudah hitungan hari."

Gubernur Andrew Cuomo mengatakan korban tewas dalam 24 jam akibat corona adalah 562 orang, meningkatkan jumlah total korban tewas di negara bagian New York menjadi 2.935 orang. "Peningkatan harian tertinggi dalam jumlah kematian sejak kita mulai," ujarnya.

Serangan 11 September menewaskan hampir 3.000 orang, kebanyakan dari mereka di World Trade Center New York City.

"Secara pribadi, sulit untuk melalui ini sepanjang hari, dan kemudian sulit untuk terjaga sepanjang malam menyaksikan angka-angka itu masuk ... dan tahu bahwa Anda bertanggung jawab atas kendali pada saat ini," kata Cuomo.

De Blasio meminta 1.000 perawat, 150 dokter, dan 300 terapis pernapasan karena jumlah kasus Covid-19 di kota itu diperkirakan akan meningkat tajam minggu depan. New York City belum menerima pasokan hingga 3.000 ventilator yang dibutuhkan minggu depan, kata de Blasio, yang mendesak Presiden Donald Trump untuk memobilisasi tenaga medis dari militer A.S.

"Mereka tidak dimobilisasi untuk bertindak," kata de Blasio, seorang tokoh Demokrat, kepada radio WNYC. "Presiden harus memberikan perintah itu sekarang." Sementara, Trump adalah seorang tokoh Republik.

New York City dan negara bagian New York telah mengeluhkan sumber daya federal yang belum mencapai mereka dengan cukup cepat. Tetapi Cuomo mengatakan Trump dengan cepat menanggapi permintaan yang ia buat pada Kamis bahwa rumah sakit darurat di pusat konvensi Manhattan diizinkan untuk menerima pasien Covid- 19. Awalnya itu dibentuk hanya untuk mengobati pasien lain.

"Saya berterima kasih kepada presiden karena melakukannya. Dia melakukannya meskipun faktanya badan-badan federal tidak bersemangat untuk melakukannya, dan dia melakukannya dengan cepat," kata Cuomo. "Ini masalah besar bagi kita."

Lebih dari 25 persen  dari 6.058 kematian akibat virus corona AS menurut hitungan Universitas Johns Hopkins pada Jumat pagi terjadi di New York City. Infeksi di Amerika Serikat berjumlah 240.000 atau sekitar 24 persen dari lebih dari 1 juta kasus di seluruh dunia.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA